<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188</id><updated>2011-04-21T18:45:08.428-07:00</updated><category term='surat'/><category term='artikel'/><category term='അര്‍തികേല്‍'/><category term='SAHATANTIIMPERIALISME'/><title type='text'>ANTI IMPERIALISME</title><subtitle type='html'>HENTIKAN PENJAJAHAN TERHADAP UMAT DI DUNIA. DUNIA BUTUH SEBUAH IDEOLOGI BARU YAKNI ISLAM YANG KAFAH.
FURUM MAHASISWA ANTI IMPERIALISME DATANG UNTUK MENGAJAK KITA SEMUA BERSATU DEMI MEMPERJUANGKAN AGAMANYA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-7105757227164220282</id><published>2009-05-19T08:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T08:06:08.011-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-7105757227164220282?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/7105757227164220282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=7105757227164220282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7105757227164220282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7105757227164220282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-8981139413367683486</id><published>2009-04-19T04:35:00.001-07:00</published><updated>2009-04-19T04:35:55.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>KEMPANYE DAN PEMILU SIAPA TAKUT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadouh, namanya Pemilu pasti aja ada namanya kampanye. Tanggal 16 Maret kemaren udah mulai kempanye parpol terbuka di mana-mana. Sehari sebelumnya, semua ketua parpol yang ke-PD-an menang and bisa mimpin pada ngumpul di Arena Pekan Raya Jakarta buat ngedeklarasiin kempanye damai. Omong kosong, di hari itu juga, sebelum dibunyiin sirine tanda kampanye damai dimulai, ada salah satu parpol yang bikin rusuh. Coba liat, dengar, nonton di media massa deh, dari parpol yang sekuler, liberal, sosialis sampe parpol yang katanya punya moral keagamaan tinggi, sopan and lembut kaya marmut pun, ikut rusuh juga, sob! Aduh,..gmana?&lt;br /&gt;I don’t care the rules! Itu mestinya yang kader parpol peserta Pemilu 2009 teriakin N resapin dalam relung hati mereka yang paling dalam! Banyak peraturan yang dilanggar sama mereka yang lagi kampanye. Banyak anak kecil ingusan yang ikut-ikutan kampanye, kalo pake motor ngak pada peke helm, ngembat jalan orang. Bikin polusi asep N suara, pas sampe panggung, bukannya juru kampanye yang ngoceh nguber janji kosong, malah penyanyi dangdut yang goyang erotis bikin tegang di siang bolong. Makin puanasss… Owh Awh… Tarik mang… Goyang yowh.. eh..eh bentar UU Pornografinya mana?&lt;br /&gt;Next…&lt;br /&gt;Brur, ngapain bingung-bingung milih siapa cikal bakal pemimpin baru buat rakyat Indonesia yang makin gaul ini. Gimana gak gaul? Anak jalanan makin banyak, PKL ngebludak, pengangguran ngantri, 50.000 angka bunuh diri, yang 70%nya gara-gara masalah ekonomi, banyak CW yang ngejual diri Cuma buat sebungkus nasi N ngasih ke bonyok mereka di kampung, angka kriminal meningkat drastis, tawuran antar kampung, antar SARA goes on, pemberontakan Bintang Kejora di Papua yang pengen misahin diri dari Indonesia makin panas. Sementara SDA berupa hutan, hasil laut, minyak bumi, batu bara terus aja dikenyotin sama perusahaan swasta N asing. Tapi, apa kata Mas Ndut Ngantuk N partnernya? Harga BBM diturunkan-diturunkan-diturunkan. BLT lanjutkan? Lanjutkan… Harga BBM turun bukan hasil kerja si Mas, ya emang harga minyak dunia lagi turun. Ehem, inget padi super toy!&lt;br /&gt;Next…&lt;br /&gt;Siapa sih yang diuntungkan? Katanya pesta rakyat, tapi kok Mas Supri masih aja ngenyot becak, Mas Imam masih aja toeh narik ojeknya, yang pesta sih kayanya Mas ROMA aja ama soneta groubnya yang kebanjiran job di pesta kampanye, eh iya ada lagi satu yang kelupaan paman sblon dkk, kayanya juga ke cipratan kue pesta toeh, ya paling Cuma gopenglah, Paman pentol juga dapat toeh, pas lagi orang kempanye dia jualan pentol kan dapat juga ke cipratan kue pestanya eheheee, eh  Gepeng juga dapat toeh, pas orang lagi kampenye dia lagi di cari buat alat peraga kampenye, ya di jadiin obyek partailah gambar lambangnya di kepala Mas Gepeng kan lumayan uangnya buat beli bakso ehehehe…&lt;br /&gt;Next…&lt;br /&gt;Kampanye N Pemilu hanya menyisakan sampah-sampah berserakan, banyak orgil yang nggak menang Pemilu, babak belur karena nggak bisa menuhi janji pas kalah, bunuh diri karena malu ama tetangga nggak banyak dapat suara, sampe ada yang nggak berani keluar rumah karena utangnya numpuk pas waktu kempanye. Weleh-weleh pesta apa pesta ya sampe lupa diri.&lt;br /&gt;Biaya Pemilu yang begitu besar bahkan paling besar di seluruh Dunia, wah habisin dan APBN aja toeh lebih baik buat anggaran pendidikan yang kurang atau buat biaya kesehatan masyarakat yang ngak terjamin. Bayangin aja orang miskin di larang sakit karena gara-gara mahalnya biaya rumah sakit, aduh dimana toeh Mas Susi sama Mas Kala.&lt;br /&gt;Nah, smart kan! Pemilu bukan solusi dari problem kenegaraan. Pemilu gak lebih dari unjuk gigi parpol yang keluar dari fungsi asalnya sebagai wadah aspirasi masyarakat, pengkritisi UU N sarana pembelajaran politik buat masyarakat + bukan rebutan ngirim calon pemimpin negara. Masak ia parpol ngasih sembako, ngadain pengobatan gratis? Tapi kalo udah duduk di kursi kekuasaan, rakyat jadi bahan malpraktik lagi dah. Nasib…nasib. Jadi hanya penerapan syariah Islamlah yang mampu menyelamatkan Indonesia bahkan Dunia, sekarang mau pilih mana pilih golput atau penerapan Syariah Islam? Ya kalau ngak ada partai yang siap menerapkan syariah Islam secara kafah ya lebih baik contreng yang warna putih aja, hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-8981139413367683486?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/8981139413367683486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=8981139413367683486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8981139413367683486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8981139413367683486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/04/kempanye-dan-pemilu-siapa-takut-hadouh.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4761131196939023660</id><published>2009-04-19T04:32:00.001-07:00</published><updated>2009-04-19T04:32:33.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>SUARA RAKYAT, SUARA TUHAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kampanye telah berakhir, dan pemilihan anggota legeslatifpun kini telah usai, yang ada hanya tinggal rakyat menagih janji. Akankah harapan yang telah mereka taruhkan untuk memilih pemimpin yang adil dan bijaksana bisa terwujud ataukah rakyat hanya dijadikan alat untuk maju ke kursi pemerintahan, ini akan dibuktikan pada saat dilantiknya para pemimpin-pemimpin baru nanti.&lt;br /&gt;Dan apakah selogan Suara Rakyat, Suara Tuhan Itu benar-benar bisa di buktikan, ataukah hanya omong kosong belaka? Meskipun rakyat bukan representatif dari suara Tuhan.&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, pada tahun ini terdapat 10,24 juta rakyat menganggur, 33 juta lebih rakyat hidup di bawah garis kemiskinan, bahkan jika menggunakan standar Bank Dunia, angkanya bisa mencapai 100 juta orang. Sebanyak 90% kekayaan migas kita juga telah dikuasai oleh kekuatan asing. Belum lagi kekayaan alam yang lainnya. Lihatlah, kekayaan alam kita yang melimpah ternyata hanya menyumbangkan 20% pendapatan dalam APBN, 75%nya diperoleh dengan ‘MEMALAK’ rakyat, melalui pajak, sisanya 5% dari perdagangan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Inilah realitas sistem Kapitalis Sekularisme dan Liberalisme yang mencengkram kehidupan umat Islam, termasuk di negeri ini. Adilkah itu?&lt;br /&gt;Jadi, masihkah kita berharap pada sistem yang rusak seperti ini, yang terbukti telah menghempaskan dunia, termasuk Indonesia, ke dalam jurang kehancuran? Orang yang berakal sehat, tentu akan menjawab tidak. Itulah mengapa, seorang Angela Merkel, Kanseler Jerman, beberapa waktu lalu pernah menyatakan, bahwa dunia membutuhkan sistem alternatif.&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa perubahan  negeri ini ke arah yang lebih baik tidak bisa hanya dengan ‘mengubah’ (mengganti) sosok pemimpinnya, tetapi juga mengubah sistem/aturan yang dijalankannya, yakni dari sistem sekuler, sebagaimana saat ini, ke sistem Islam, yang diwujudkan dengan penerapan syariah Islam secara total dalam negara. Hal ini penting karena satu alasan: Menerapkan hukum-hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan adalah kewajiban kolektif (fadhu kifayah) bagi umat Islam. alasan lainnya, karena sistem sekuler, dengan demokrasi sebagai salah satu pilarnya, saat ini telah terbukti rusak dan gagal menciptakan kesejahteraan lahir batin dan keadilan bagi semua pihak. Logikanya, buat apa kita mempertahankan sistem yang telah terbukti rusak dan gagal? Padahal jelas Allah SWT telah menyediakan sistem yang baik, yakni sistem syariah Islam.&lt;br /&gt;Tentu bisa dianggap tidak bertanggung jawab atas nasib negeri ini jika dala menghadapi Pemilu kita hanya duduk manis seraya melipat tangan di dada, tidak berbuat apa-apa demi perubahan. Akan tetapi, tentu tidak bijak pula jika Pemilu seorang dianggap ‘obat mujarab’ yang pasti menghasilakan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika yang diinginkan adalah perubahan semu dan sesaat (sekedar pergantian orang-orang yang duduk di struktur pemerintahan dan di DPR), mungkin iya. Namun, jika yang dikehendaki adalah perubahan hakiki dan mendasar (dari sistem sekuler ke sistem yang berlandaskan syariah Islam),  maka masuk dalam pusaran sistem demokrasi justru sering melahirkan bahaya nyata: pengabaian terhadap sebagaian besar hukum-hukum Allah SWT. Pasalnya, demokrasi memang sejak awal menempatkan kedaulatan (kewenangan membuat hukum) berada tangan menusia (rakyat) ‘Voice People, Voice God’, bukan di tangan Allah SWT. Akibatnya, hukum-hukum Allah SWT selalu tersingkir, dan hukum-hukum buatan manusialah yang selalu dijadikan pedoman. Inilah yang sudah terbukti dan disaksikan secara jelas di dalam sistem demokrasi di manapun, termasuk di negeri ini.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT melimpahkan hidayah dan taufiq atas umat ini, yang bisa menggerakkan mereka untuk aktif dalam memperjuangkan tegaknya syariah Islam. semoga Allah SWT pun selalu membimbing umat ini agar senantiasa menapaki manhaj perjuangan Rasulullah saw., sejak memulai dakwahnya di Makkah hingga berhasil menegakkan Daulah Islam di Madinah, sekaligus menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Amin. &lt;br /&gt;Sarli &lt;br /&gt;Mahasiswa FKIP Unlam Program Studi Pendidikan Ekonomi&lt;br /&gt;Aktivis Forum Mahasiswa Anti Imperialisme Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Email: jundullah.88.a.s.a@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4761131196939023660?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4761131196939023660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4761131196939023660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4761131196939023660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4761131196939023660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/04/suara-rakyat-suara-tuhan-masa-kampanye.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-8757121240867274669</id><published>2009-04-02T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T06:01:37.307-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS17RGmpHI/AAAAAAAAAEA/P2FlHySn9Fc/s1600-h/DSC00787.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS17RGmpHI/AAAAAAAAAEA/P2FlHySn9Fc/s200/DSC00787.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320077089639408754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pungli Berkedok Pendidikan Jelid II?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah dunia pendidikan begitu sangat memilukan, pendidikan dijadikan sebagai wadah “bisnis”. Di negara-negara maju pendidikan dijadikan sebagai lembaga yang paling diperhatikan oleh pemerintahnya. Bahkan karena sangat penatiknya terhadap dunia pendidikan Jepang mempyoritaskan pendidikan sebagai aset utama mereka.&lt;br /&gt;Hari ini di Indonesia fenomena yang sangat memilukan Ibu Pertiwi di mana pendidikan sudah dijadikan sebagai ladang bisnis bagi para birokrat pemerintahnya. Hari ini di Indonesia tidak ada satu perguruan tinggipun yang biaya pendidikannya murah, dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) sampai PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Bahkan untuk biaya masuknya saja ada perguruan tinggi negeri yang mematok angka nominal sampai Rp 4.000.000,00. Dan ini terjadi di depan  mata kita, di depan mata penguasa yang katanya memperjuangkan hak rakyat.&lt;br /&gt;Keadaan ini terjadi hampir disetiap pulau di Indonesia termasuk Kalimantan Selatan yang diwakili oleh PTN Universitas Lambung Mangkurat yang menerima mahasiswa paling banyak melalui jalur MANDIRI dengan angka nominal biaya untuk masuk perguruan tingginya tidak kurang dari Rp 4.000.000,00.&lt;br /&gt;Bisakah rakyat sejahtera hanya dengan waktu hitungan jari? Tidak jarang diperguruan tinggi banyak para dosen, birokratnya sampai pegawai biasanya yang memanfaatkan jabatan mereka untuk mengeruk uang mahasiswanya. Sebagai contoh adanya Mata Kuliah Study Tour yang orientednya jelas kearah menghambur-hamburkan uang. Dan ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa terutama di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP UNLAM).&lt;br /&gt;Sebagai negara yang sudah lama merdeka sungguh sangat malu jika Indonesia tidak mampu menyamakan kedudukannya dengan Vaitnam yang baru saja merdeka. Tahun 2005 saja di dalam angka kesejahteraan Indonesia berada jauh di bawah Vaitnam, belum lagi masalah signifikan lainnya seperti pendidikan, sosial, dan budayanya.&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia terlanjur di manjakan oleh Sumber Daya Alam yang melimpah sehingga menganak tirikan segala bentuk Ilmu Pengetahuan. Ditambah lagi dengan Globalisasi yang begitu menganak-pinak di negeri ini, dan hampir mengikis habis budaya asli bangsa ini.&lt;br /&gt;Dunia pendidikan pun tidak jarang di jejali oleh budaya-budaya Global yang menjerumuskan bangsa ini ke dalam krisis moral. Tidak sedikit pelajar dan mahasiswa yang terjaring kasus narkoba, tawuran, seks bebas, dan gaya berpakaian yang tidak senonoh.&lt;br /&gt;Ini semua terjadi salah satu nya akibat dari lemahnya kinerja dunia pendidikan yang seharusnya mencerdaskan bangsa ini tanpa pamrih. Bukan menjadikan lembaga yang paling fital ini sebagai tempat untuk memperkaya oknom birokratnya.&lt;br /&gt;Seharusnya hari ini dan detik ini pula gelar guru tanpa tanda jasa dicabut, karena gelar itu sudah tidak layak lagi bagi mereka, karena tidak sedikit guru dan dosen yang memanfaatkan profesi mereka untuk  ladang bisnis belaka “menjual buku paket dan lain sebagainya”.&lt;br /&gt;Pendidikan yang layak adalah tanggung jawab negara dan setiap rakyat berhak untuk mendapatkan nya secara murah bahkan gratis karena itu memang tugas negara untuk memenuhi pendidikan yang berkualitas demi tercapainya tujuan negara yang ingin mensejahterakan rakyatnya secara merata di setiap kalangan dan golongan masyarakat secara umum, tanpa memandang suku, ras, agama, dan adat istiadatnya, karena Indonesia hanya satu.&lt;br /&gt;Ahmad Sarli Anwar&lt;br /&gt;Program Studi Pendidikan Ekonomi Unlam&lt;br /&gt;Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam&lt;br /&gt;Email: jundullah.a.s.a@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-8757121240867274669?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/8757121240867274669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=8757121240867274669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8757121240867274669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8757121240867274669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/04/pungli-berkedok-pendidikan-jelid-ii.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS17RGmpHI/AAAAAAAAAEA/P2FlHySn9Fc/s72-c/DSC00787.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-8965906086922378093</id><published>2009-04-02T05:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T05:52:16.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>KEMPANYE PARPOL CARUT MARUT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal beberapa hari lagi pemilihan anggota legeslatif baik tingkat Kota, Propinsi maupun RI akan segera di gelar, tepatnya tanggal 9 April 2009. Hingga saat ini para caleg dan parpolnya sibuk mempromosikan diri kepada masyarakat, agar mereka dapat dikenal dan dipilih oleh masyarakat sebagai bentuk kepercayaan terhadap mereka. Bahkan tidak jarang para caleg dan parpol melakukan kontrak politik untuk menarik perhatian dan minat masyakat untuk memilihnya.&lt;br /&gt;Untuk mempromosikannya diri dan parpolnya kepada masyakat tidak jarang parpol dan calegnya melakukan kempanye-kempanye yang menyalahi aturan, ini adalah bentuk ketakutan mereka yang kita anggap wajar terjadi kepada parpol yang tiba-tiba mengklaim diri sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;Demi menarik minat anggota masyarakat tidak jarang parpol melakukan hal-hal gila yang diluar akal sehat, bahkan tidak sedikit uang yang mereka keluarkan untuk melakukan kempanye dan promosi partainya baik melalui baleho, spanduk, stiker, bahkan menggunakan media informasi, baik elektronik maupun media cetek.&lt;br /&gt;Tanggal 9 April 2009 seperti buah ketakutan bagi mereka sehingga tidak jarang caleg dan parpol melakukan kempanye menyalahi aturan. Bahkan lingkungan pendidikan pun seperti kampus, sekolahan dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya tidak jarang dijadikan mereka sebagai tempat melakukan kempanye, Unlam sebagai salah satu contoh tempat kampanye gratis bagi partai politik.&lt;br /&gt;Tidak sedikit dan tidak jarang mobil-mobil yang berlambangkan Parpol dan caleg masuk di lingkungan Unlam dengan sangat leluasa. Bahkan beberapa parpol melalui tim suksesnya nekat membagi-bagikan alat kampanye kepada masyarakat kampus.&lt;br /&gt;Sepertinya UU Pemilu dan Partai Politik tahun 2008 sudah tidak berlaku lagi, haruskah UU tersebut kita bakar beramai-ramai, kalau KPUD dan Panwaslu tidak berani menindak tegas para caleg dan parpolnya yang sudah melanggar UU tersebut. UU Pemilu dan Partai Politik tahun 2008 pasal 84 dengan tegas mengatakan bahwa setiap partai politik yang berkempanye di tempat-tempat Ibadah, lingkungan Pendidikan, dan tempat-tempat umum lainnya di tindak tegas, bahkan bagi caleg yang melanggar, namanya dihapus dari daftar calon legeslatif.&lt;br /&gt;Tapi ini adalah sebuah UU yang bisa dilanggar dan bisa di terapkan bila ada unsur kepentingan, dan kasus-kasus pelanggaran lain seperti maraknya kampanye di lingkungan kampus maupun di tempat-tempat ibadah adalah merupakan bentuk kegagalan dari sebuah lembaga Panwaslu yang di amanati untuk mengawasi jalannya kampanye dan pemilu.&lt;br /&gt;Bahkan sepertinya lembaga-lembaga pendidikan seperti Unlam membiarkan hal ini terjadi, buktinya Unlam memfasilitasi parpol untuk berkempanye di lingkungannya seperti yang terjadi pada tanggal 7-8 Maret 2009 di aula Rektorat Lantai 1 dengan menghadirkan tiga Parpol dan pada waktu itu terjadi kampanye nyata di depan ratusan peserta akademisi bahkan yang lebih parah lagi ada beberapa caleg yang membagi-bagikan stiker Parpol kepada setiap peserta, dan tidak ada tindakan nyata dari Petinggi Unlam yang kebetulan hadir pada waktu itu. Salah kah jika kita berpandangan bahwa carut marutnya kampanye ini sudah di setting oleh setiap kalangan termasuk akademisi?&lt;br /&gt;Sebagai kritikan bagi Panwaslu yang seharunya berani menindak tegas para caleg yang melanggar ketentuan kampanye menurut UU Pemilu dan Partai Politik tahun 2008 yang harus di jalankan dengan setegas-tegasnya sehingga Pemilu 2009 yang tidak akan lama lagi, berlangsung bersih meskipun tidak akan mendapatkan pemimpin-pemimpin yang idaman untuk mewakilkan rakyat di DPR dan kursi ke Presidenan nanti sampai 5 tahun ke depan. Dan jika Pemilu 2009 ini tidak berhasil mengantarkan pemimpin-pemimpin yang ideal untuk bangsa dan negeri ini, maka haruskah kita akan melanjutkan pemilu-pemilu yang akan datang? Wallahu a’alam bi ash-shawab&lt;br /&gt;Ahmad Sarli Anwar&lt;br /&gt;Mahasiswa FKIP Unlam Program Studi Pendidikan Ekonomi&lt;br /&gt;Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam&lt;br /&gt;Email: Jundullah.88.a.s.a@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-8965906086922378093?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/8965906086922378093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=8965906086922378093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8965906086922378093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8965906086922378093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/04/kempanye-parpol-carut-marut-tinggal.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5545578226858519333</id><published>2009-04-02T05:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T05:50:40.615-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS0lzpPfNI/AAAAAAAAAD4/RPSOWRVICck/s1600-h/DSC00783.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS0lzpPfNI/AAAAAAAAAD4/RPSOWRVICck/s200/DSC00783.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320075621442747602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT DATANG DI PANGGUNG DEMOKRASI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama lagi, Indonesia kembali akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Pemelihan yang bukan saja akan mengantarkan seorang presiden ke panggung pemerintahan tetapi juga akan memilih anggota legeslatif yang mengklaim diri mereka sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;Pemilihan anggota legeslatif akan diselenggarakan pada 9 April 2009. Sedangkan pemilihan presiden akan diselenggarakan pada awal Juli 2009 untuk putaran pertama, dan pertengan September 2009 untuk putaran kedua.&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada tiga fungsi utama legeslatif: (1) Fungsi legeslatif untuk membuat UUD dan UU; (2) Melantik presiden/wakil presiden; (3) fungsi pengawasan, atau koreksi dan kontrol terhadap pemerintah. Adapun presiden secara umum bertugas melaksanakan Undang-Undang Dasar, menjalankan segala Undang-Undang dan peraturan yang dibuat.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu betapa pentingnya legeslatif bagi sebuah pemerintahan, untuk monitoring kinerja pemerintah. &lt;br /&gt;Sebagai sebuah negara yang pernah mendapat “Mendali Demokrasi” dari IAPC (Asosiasi Internasional konsultan Politik) seharusnya Indonesia menjadi tempat untuk pendidikan demokrasi yang baik dan benar. Sebagai sebuah contoh untuk pemberlakuan Domokrasi pada tahap selanjutnya.&lt;br /&gt;Anggota legeslatif yang ada sekarang bukanlah murni orang yang ditunjuk oleh rakyat melainkan partai politik, sedangkan partai politik tidak bisa digolongkan sebagai sebuah masyarakat, karena di dalam partai politik terdapat berbagai macam individu, agama, suku, ras, budaya, golongan, kepentingkan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Berarti yang ada sekarang bukanlah wakil rakyat tetapi orang yang mengklaim diri mereka sebagai wakil rakyat, bahkan yang paling lucu lagi jika orang yang mengklaim diri mereka sebagai wakil rakyat tidak pernah “berkunjung ke tempat rakyatnya dan tidak sedikit orang yang mengklaim diri sebagai wakil daerah tertentu bukanlah berasal dari daerah yang bersangkutan melainkan dari daerah lain di luar daerah yang mereka wakilka”.&lt;br /&gt;Sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat jika mendekati masa Pemilu pasti akan banyak baleho, umbul-umbul, spanduk, poster dan lain-lain yang menghklaim sebagai wakil rakyat. Apakah ini yang disebut dengan demokrasi?&lt;br /&gt;Kalau begini sepertinya demokrasi tidak memberikan sebuah harapan tetapi lebih kearah menyengsarakan. &lt;br /&gt;Jika anggota legeslatif memeng wakil rakyat maka meraka adalah orang yang lahir dari tengah-tengah masyarakat bukan dari tengah-tengah partai politik. Serta  tujuan dan kepentingan mereka di dewan adalah semata-mata untuk mensejahterakan rakyat bukan golongan atau partai tertentu. Maka jika seperti itu tidak akan pernah ada Undang-Undang yang akan bertentangan dengan rakyat seperti UU BHP, UU Penanaman Modal, UU Migas, UU Sumber Daya Alam, serta Perda-perda yang tidak sesuai dengan amanah rakyat.&lt;br /&gt;Selain itu, juga tidak akan pernah ada seorang wakil rakyat yang ketakutan jika berkunjung ke tempat rakyatnya, tidak menggunakan beratus-ratus pengawal, dan tidak perlu waspada terhadap rakyatnya sendiri, karena dia benar-benar orang yang berasal dari rakyat dan ditunjuk langsung oleh rakyat.&lt;br /&gt;Komitmen seperti inilah yang akan membangkitkan negeri ini bukan perebutan kekuasaan atau kedudukan tetapi lebih ke arah bagaimana memperjuangkan bangsa yang kian terpuruk ini. Jika kekuasaan berada di tangan rakyat maka rakyatlah yang berdaulat dan menentukan ke arah mana bangsa ini, dan semua keputusan yang di ambil semata-mata demi kepentingan rakyat dan tidak besebrangan dengan rakyat seperti yang terjadi sekarang ini. Itulah wakil rakyat yang sebenar-benarnya, maka pilihlah wakil rakyat yang benar-benar mewakili rakyat bukan wakil rakyat yang hanya mengklaim diri sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;Ahmad Sarli Anwar&lt;br /&gt;Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unlam &lt;br /&gt;Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam&lt;br /&gt;Jundullah.88.a.s.a@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5545578226858519333?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5545578226858519333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5545578226858519333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5545578226858519333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5545578226858519333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/04/selamat-datang-di-panggung-demokrasi.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SdS0lzpPfNI/AAAAAAAAAD4/RPSOWRVICck/s72-c/DSC00783.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4015330378523751594</id><published>2009-03-11T07:11:00.002-07:00</published><updated>2009-03-11T07:13:03.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>CINTA SEJATI HANYALAH UNTUKMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi&lt;br /&gt;Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.&lt;br /&gt;Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.&lt;br /&gt;Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.&lt;br /&gt;Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.&lt;br /&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.&lt;br /&gt;Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.&lt;br /&gt;Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka&lt;br /&gt;Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.&lt;br /&gt;Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.&lt;br /&gt;Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.&lt;br /&gt;Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.&lt;br /&gt;Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.&lt;br /&gt;Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.&lt;br /&gt;Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.&lt;br /&gt;Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !&lt;br /&gt;Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.&lt;br /&gt;Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka&lt;br /&gt;Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.&lt;br /&gt;Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya&lt;br /&gt;Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.&lt;br /&gt;Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.&lt;br /&gt;Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.&lt;br /&gt;Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4015330378523751594?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4015330378523751594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4015330378523751594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4015330378523751594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4015330378523751594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/cinta-sejati-hanyalah-untukmu-cinta.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1536962412933959069</id><published>2009-03-11T07:11:00.001-07:00</published><updated>2009-03-11T07:11:48.129-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Makna CInta Untuk MU..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIADA YANG SEINDAH RASA YANG PERNAH ADA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BETAPA JAUH AKU MENCINTAIMU DAN BETAPA JAUH AKU MERINDUKANMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH CINTA YANG DIRASAKAN SEORANG YANG INGIN MELIHAT WANITA DARI KETULUSAN HATINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPAPUN KAMU AKU AKAN MENJADIKANMU YANG TERBAIK DALAM HIDUPKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADILAH CINTA SEJATIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN TULUS UNTUK MENCINTAIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PACARAN TIDAK MEMBUKTIKAN KETULUSAN HATIMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI MALAH MEMBUAT AKU CURIGA PADAMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH KAU HANYA PURA-PURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI JADI PEJUANG CINTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG MERELAKAN HIDUPNYA DI BAHTERA PERNIKAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKALI LAGI JADILAH ORANG YANG PEMBERANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK MEMBUKTIKAN CINTAMU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN MENJADI PEMBUAL CINTA YANG HANYA LARUT DALAM KEINGINAN NAFSU SEMATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMULAH CINTAKU............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTAKU JANGAN DINANTI-NATI KARENA CINTA KU HANYA KEPADA MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALAU KAU YAKIN HATI INI AKAN MENJADIKAN MU SEBAGAI CINTA SEJATIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKA ITULAH JAWABAN HATI YANG TIDAK AKAN PERNAH PUDAR..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISAKAH WAKTU MENJAWAB BETA AKU MENGANGGUMIMU DAN INGIN MENJADIKAN MU SEBAGAI PENJAGA CINTAKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITU ADALAH JAWABAN HATI YANG TERDALAM JIGA MENJADIKAN CINTAMU SEBAGAI CINTA YANG ABADI BAGIKU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1536962412933959069?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1536962412933959069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1536962412933959069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1536962412933959069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1536962412933959069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/makna-cinta-untuk-mu.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1739648805228767795</id><published>2009-03-11T07:10:00.003-07:00</published><updated>2009-03-11T07:10:56.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>Cinta-------apa sih artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bagi gue simpel aja,&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah kalimat yang mudah diperjual belikan. Bagi gue cinta itu tidak lebih hanya sebuah nafsu yang bisa diartika sebagai simbol bagi suatu kebodohan…wooo terlalu menyudutkan makna cinta kearah yang sangat buruk.&lt;br /&gt;Tidak bagi gue cinta yang selama ini diagung-agungkan oleh pujangga cinta hanyalah sebuah ke palsuan belaka yang bisa di perjual belikan.&lt;br /&gt;Bagi gue cinta itu adalah laksana kalbu yang paling terdalam yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang mempunyai penghormatan terhadap cinta itu sendiri… bagi gue cinta tidak akan pernah pudar meski orang yang kita cintai itu tidak membelas cintanya kepada kita….. eh--- terlalu setia loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Simpel Aja Kali,&lt;br /&gt;Gue saat ini sedang jatuh cinta kepada orang yang tidak pernah gue lihat bahkan di dalam mimpi sekalipun, tapi entah kenapa cinta gue begitu nyata dan sepertinya tidak bisa digantikan dengan makna cinta yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1739648805228767795?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1739648805228767795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1739648805228767795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1739648805228767795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1739648805228767795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/cinta-apa-sih-artinya-cinta-bagi-gue.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1802303466266832658</id><published>2009-03-11T07:10:00.001-07:00</published><updated>2009-03-11T07:10:29.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>GOLPUT ADALAH PILIHAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada wakil rakyat yang bisa diandalkan untuk memimpin kita maka tidak ada alasan bagi kita untuk memilih golput saja. Toh sekarang aja pendidikan mahal, barang-barang pun juga naik, tingkat pengangguran meningkat, biaya hidup cendrung sudah tidak bisa di ajak kompromi, lalu apa hasilnya bagi kita untuk memilih.&lt;br /&gt;Kampenye Golput adalah pilihan utama untuk menghadapi penguasa yang sudah tidak peduli lagi terhadap rakyatnya. Kalau memilih pun hanya menjadi penghantar bagi penguasa-penguasa yang korup aja maka lebih baik kita golput……&lt;br /&gt;Ini jaman demokrasi bo… maka tidak boleh ada yang melarang jika gue golput… toh pemimpinnya juga tukang korup,…., lagi pula mata hati mereka juga buta,,,, buta akan melihat penderitaan rakyat,,,,, tidak kah mereka  melihat betapa banyaknya rakyat miskin yang menderita. Makan pun harus diatur… hari ini makan 2 piring  maka besok bisa makan atau malah tidak. Sedangkan penguasa yang katanya memperjuangkan nasib rakyat ternyata harus memilih menu apa hari ini dan menu apa hari esok. &lt;br /&gt;Saudaraku janganlah kalian tertipu lagi oleh bujuk rayu penguasa yang hanya menginginkan kalian mati tidak berdaya, kalian adalah manusia yang mempunyai pikiran  maka tidak layak harga diri kalian di injak……..injak dengan sangat rendah oleh mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1802303466266832658?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1802303466266832658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1802303466266832658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1802303466266832658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1802303466266832658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/golput-adalah-pilihan-utama-jika-tidak.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-7713401744446895334</id><published>2009-03-11T07:09:00.002-07:00</published><updated>2009-03-11T07:10:04.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>PENDIDIKAN KOK MAHAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mungkin dapat membuat kita tercengang-cengang mendengarnya ialah kenapa pendidikan harus mahal, jika alasan lembaga-lembaga pendidikan saat ini pendidikan mahal karena biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah sangatlah minim, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab lagi terhadap dunia pendidikan.&lt;br /&gt;Rakyat kecil di negeri ini bagaikan di injak-injak oleh penguasa, sepertinya rakyat kecil memang di larang pintar.&lt;br /&gt;Tidak tanggung-tanggung kemerosotan dunia pendidikan saat ini bukan hanya karena biaya pendidika yang begitu tidak rasional, tetapi kualitas pendidikan yang sunggung tidak begitu layak bagi dunia pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Memang apasih salahnya orang kecil terhadap kalian sehingg kalian seakan-akan tidak menginginkan kami untuk menjadi pintar, kalian penguasa apakah sudah buta hati kalian, anak-anak kalian setiap pagi makannya dengan air susu lengkap dengan roti dan selainya sebagai pengantar pagi, sedangkan kami harus bergulat dengan sampah-sampah kota yang setiap pagi harus kami bersihkan.&lt;br /&gt;Mana tanggung jawab kalian kepada kami, kalian semuanya pengkhianat, kalian sudah mencampakkan kami, kalian sudah melukai hati orang yang dulu telah memilih kalian di dalam pemilu yang lalu.&lt;br /&gt;Kami akan GOLPUT pada pemilihan ini karena kalian sudah tidak bisa dipegang janjinya……..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-7713401744446895334?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/7713401744446895334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=7713401744446895334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7713401744446895334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7713401744446895334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/pendidikan-kok-mahal-pertanyaan-yang.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6610687737880099092</id><published>2009-03-11T07:09:00.001-07:00</published><updated>2009-03-11T07:09:43.601-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PENDIDIKAN GRATIS YANG KAMI MAU!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa biaya pendidikan harus mahal, mungkin inilah suatu pertanyaan yang sampai saat ini tidak pernah terjawab oleh akal sehat kita. Menyelenggarakan pendidikan gratis itu adalah kewajiban negara sedangkan yang menerima pendidikan gratis itu sudah menjadi hak bagi rakyatnya. Tapi lhoh semua itu hanya dalam tatan teori saja prakteknya yang terjadi sebaliknya. Pendidikan malah dijadikan sebagai ajang untuk mencari uang???? Inilah pertanyaan yang menggerutu di benak saya pribadi. Aneh jika sebuah negara harus menjadikan lembaga pendidikan sebagai pemasok dana bagi mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6610687737880099092?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6610687737880099092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6610687737880099092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6610687737880099092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6610687737880099092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/pendidikan-gratis-yang-kami-mau-kenapa.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5784404429036119673</id><published>2009-03-11T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T07:09:16.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>Biaya Pendidikan Sudah Sangat Mahal &lt;br /&gt;Tolong Donk Jangan Dipersulit Lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul tersebut memeng cocok untuk mendefinisikan dunia pendidikan sekarang. Bisa kita lihat, semuanya dapat dilihat dengan jelas baik di lembaga pendidikan dasar  sampai ke perguruan tinggi sekali pun juga melakukan praktek manipulasi terhadap siswa.&lt;br /&gt;Bayangkan sekarang di perguruan tinggi banyak sekali PUNGLI-PUNGLI yang kasat mata. Bahkan tidak tanggung-tanggung untuk masuk ke perguruang tinggi pun saat ini paling tidak harus menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4.000.000,00 bagi mahasiswa yang masuk reguler penjajah.&lt;br /&gt;Kawan-kawan semua tidakkah kalian prihatin terhadap keadaan pendidikan kita sekarang, mungkin tulisan ini sekedar kata untuk menyadarkan kita semua bahwa kita orang-orang yang masih peduli terhadap dunia pendidikan saat ini. &lt;br /&gt;Katanya negara ini menjamin pendidikan ternyata apakah semuanya bohong, saya sudah tidak percaya lagi pada negara ini, semuanya palsu, semuanya pembohong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5784404429036119673?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5784404429036119673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5784404429036119673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5784404429036119673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5784404429036119673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/biaya-pendidikan-sudah-sangat-mahal.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-2187136412118230056</id><published>2009-03-11T07:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T07:08:40.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='അര്‍തികേല്‍'/><title type='text'></title><content type='html'>PKL PERLU DI LIHAT LAGI KE EFEKTIVITASANNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FKIP sebagai lembaga pendidikan yang nantinya akan melahirkan pendidik-pendidik baru bagi dunia pendidikan seharusnya mendapatkan perhatian khusus, baik dari pihak Universitas maupun dari Dinas Pendidikan setempat agar lulusan FKIP benar-benar mampu menjadikan dunia pendidikan menjadi lebih baik dan berkualitas.&lt;br /&gt;Maka oleh sebab itu seharusnya ada pengawasan yang di lakukan oleh lembaga-lembaga yang terkait untuk melihat sejauh mana kurikulum pendidikan yang diterapkan oleh FKIP itu sendiri. &lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di FKIP Unlam saat ini terjadinya kurikulum multi guna, yang bisa menyebabkan mahasiswa sebagai objek bagi dosen-dosen. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa PKL (Praktek Kuliah Lapangan) sebagai salah satu contoh kurikulum multi guna yang banyak dimanfaatkan oleh para dosen untuk melakukan refleksing.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin mata kuliah PKL yang mempunyai nilai 2 SKS dan sifatnya wajib hanya melakukan wisata. Sungguh burukkah dunia pendidikan kita saat ini. Mahasiswa yang nantinya lulus akan mengabdikan dirinya di lembaga pendidikan harus dijejali dengan nilai-nilai suka berpesta-pesta dan menghambur-hamburkan uang.&lt;br /&gt;Sekali lagi pendidikan ingin dihancurkan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan terhadap kurikulum tersebut. &lt;br /&gt;Sungguh aneh jika perguruan tinggi yang notabene calon-calon guru harus diajarkan untuk menghambur-hamburkan uang dan diajarkan berfesta-festa. Ini semua karena kelalaian Dinas pendidikan di dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga-lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;Saya sangat kuatir jika nantinya hanya akan ada segelintir orang yang mampu saja yang akan mengecam pendidikan tingkat tinggi, sisanya hanya akan menjadi orang yang buta aksara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-2187136412118230056?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/2187136412118230056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=2187136412118230056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/2187136412118230056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/2187136412118230056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/pkl-perlu-di-lihat-lagi-ke.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4060156744302996777</id><published>2009-03-05T07:24:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T07:24:23.263-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>APA KABAR Undang-Undang BHP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini pembahasan mengenai UU BHP yang beberapa waktu lalu mendapatkan respon yang tidak begitu enak dari mahasiswa tiba-tiba hilang tanpa bekas. Apakah ada skenario pemerintah untuk menghentikan pembahasan mengenai UU BHP.&lt;br /&gt;Jepang sebagai nagara yang sangat maju di asia bahkan di dunia pun tidak langsung memberlakukan Undang-Undang BHP tersebut, bahkan untuk menggarap UU BHP tersebut Jepang harus menghabiskan waktu selama 50 tahun.&lt;br /&gt;Indonesia sebagai negara yang pernah terserang virus krisis dan bahkan untuk memulihkan perekonomiannya Indonesia harus minjam sana-minjam sini bahkan krisis yang terjadi tidak tanggung-tanggung hingga sekarang pun masih kita rasakan, dan lucu ketika Indonesia berbicara BHP hanya dalam waktu 5 tahun.&lt;br /&gt;Seandainya Indonesia sehebat Japang mungkin tidak salah jika Indonesia berbicara BHP tetapi hampir di segala bidang kita kalah dengan Jepang. Apakah pantas ketika Indonesia ingin menerapkan Undang-undang BHP.&lt;br /&gt;Satu alasan yang mungkin logis, Undang-Undang BHP bukan tidak mungkin akan dijadikan alat untuk mendapatkan uang dari masyarakat terutama bagi yang ingin mengenyam pendidikan. &lt;br /&gt;Materialistiknya pendidikan itulah yang akan terjadi ketika Undang-undang BHP sudah diberlakukan di tingkan Universitas, pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan pun bukan lagi menjadi prioritas utama yang harus di selenggarakan untuk masyarakat nya, tetepi tidak lebih hanya sebagai sebuah barang dagangan yang tujuan utamanya untuk mendapatkan ke untungan yang sebesar-besarnya bagi mereka yang telah mengimvestasikan uangnya di sebuah lembaga pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;Ketika banyak orang yang tidak menginginkan Undang-undang BHP adalah suatu alasan yang cukup rasional, pasalnya sangat tidak mungkin Undang-undang BHP itu dapat dijalankan sesuai dengan isinya.&lt;br /&gt;Melihat perekonomian Indonesia  yang kembangkempes saat ini, sangat tidak mungkin jika Undang-undang BHP dapat diberlakukan dengan sebaik-baiknya, yang ada Undang-undang BHP malah dijadikan senjata untuk membunuh rakyat sendiri oleh para penguasanya.&lt;br /&gt;Jika Undang-undang BHP itu untuk rakyat lalu kenapa dipaksakan ketika rakyat tidak menginginkannya, beberapa tahun harus menggodok Undang-undang tersebut hanya demi membuat Undang-undang BHP tersebut dapat di terima oleh masyarakat umum, mulai dari pasal-pasalnya yang dirubah sampai penghilangan beberapa poin di dalamnya.&lt;br /&gt;Sangat patut jika masyarakat merasa khawatir terhadap keberadaan Undang-undang BHP ini pasalnya, jelas pasti ada kepentingan di balik lahirnya Undang-undang BHP tersebut, anggapan ini beralasan jika di lihat dari filosopis bangsa dan negara Indonesia, Pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat disebutkan bahwa salah satu tujuan Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupkan bangsa. Hal tersebut didetailkan lebih lanjut pada batang tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 yang mengatur mengenai masalah pendidikan di Indonesia. Pada pasal tersebut dikatakan bahwa: 1. Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan, 2. Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan Negara wajib membiayainya&lt;br /&gt;3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.&lt;br /&gt;Dan patut jika masyarakat mempertanyaakan tentang kejelasan Undang-undang BHP ini, sebelum diberlakukannya Undang-undang BHP di lembaga-lembaga pendidikan. Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4060156744302996777?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4060156744302996777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4060156744302996777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4060156744302996777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4060156744302996777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/apa-kabar-undang-undang-bhp-akhir-akhir.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-3774257674525599854</id><published>2009-03-05T07:23:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T07:23:57.843-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PENJAHAT BERDASI LEBIH KEJAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali PREMAN di lingkungan kampus, dan kebanyakan mereka menggunakan dasi dan kekuasaan untuk melancarkan misi mereka, seandainya hukum di Indonesia ini adil maka saya rasa hukuman yang harus berat ialah hukuman untuk penjahat berdasi yang telah merampok bangsa dan negara ini setiap saat di depan mata kita.&lt;br /&gt;Pendidikan yang sangat mahal ternyata malah di tambah mahal lagi oleh penjahat berdasi. Lihat di FKIP Unlam mahasiswa baru reguler B setiap tahunnya selalu saja biaya SPPnya naik, belum lagi biaya-biaya yang lain seperti biaya bangunan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Padahal dari hasil biaya bangunan itu tidak sedikit pun fasiltas yang bagus yang dapat diterima oleh mahasiswa, setiap kuliah harus berebut kursi karena ketidak cukupan nya sarana dan prasarana kuliah yang ada. Di tambah lagi ruangan yang tidak ada pendingin ruangannya menyebabkan mahasiswa tidak bisa belajar dengan tenang karena panasnya ruangan seperti di dalam sebuah gudang.&lt;br /&gt;Lalu kemana uang yang selama ini di bayar oleh mahasiswa yang tidak sedikit jumlahnya yakni sebesar Rp 3.000.000,00.&lt;br /&gt;Apakah di dunia pendidikan sekarang memang begitu……………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-3774257674525599854?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/3774257674525599854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=3774257674525599854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3774257674525599854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3774257674525599854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/penjahat-berdasi-lebih-kejam-banyak.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-9194539417160351067</id><published>2009-03-05T07:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T07:22:24.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>STUDY TOUR ATAU PKL HARUS MATA KULIAH PILIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah dunia ini adil kepada kaum yang lemah? Jika memang kalian bapak ibu dosen masih mempunyai hati maka tolong jadikanlah PKL atau Study Tour yang dilakukan keluar kota itu dijadikan sebagai mata kuliah pilihan saja. Kami sudah tidak sanggup menanggung beban pendidikan yang sangat besar ini, akankah kalian tega suatu saat hanya orang-orang yang kaya saja yang duduk dibangku kuliah dan kami orang-orang yang kurang memiliki uang akan menjadi terlantar di kemajuan jaman. Dengarkanlah suara tangisan mahasiswa mu ini, tidak kah kalian melihat betapa sulitnya ayah-ayah kami mencari uang untuk biaya kuliah kami.&lt;br /&gt;Hari ini demi dunia pendidikan yang tercinta ini saya bertekat akan berusaha memperjuangkan kaum-kaum yang tertindas oleh kamujuan jaman dan ke komersialan dunia pendidikan.&lt;br /&gt;Jika suatu saat di Indonesia banyak orang yang bodoh karena tidak mendapatkan pendidikan yang layak maka yang harus disalahkan terlebih dahulu ialah dosen-dosen yang tidak mau memberikan keringanan kepada mahasiswanya di dalam masalah pembiayaan kuliah.&lt;br /&gt;Wahai kalian orang-orang yang masih peduli terhadap dunia pendidikan marilah kita bersama-sama memperjuangkan pendidikan yang kian hari semakin di tindas-tindas oleh orang yang berkuasa. Jika kalian membaca tuliasan dari mahasiswa yang kecewa terhadap pendidikan sekarang marilah kita menyatukan tekat untuk berjuang bersama demi terwujudnya pendidikan yang memihak kepaa seluruh rakyat Indonesia tanpa harus terkecuali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-9194539417160351067?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/9194539417160351067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=9194539417160351067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/9194539417160351067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/9194539417160351067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/study-tour-atau-pkl-harus-mata-kuliah.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6957538872809728456</id><published>2009-03-05T07:20:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T07:21:42.046-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>PKL FKIP UNLAM PERLU KEJELASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu kami yang terhimpun dari beberapa unsur mahasiswa melakukan penelitian di lingkungan kampus FKIP Unlam dengan melibat mahasiswa angkatan 2005 dan 2006 di Enam Program Studi di lingkungan kampus Unlam diantaranya, Pendidikan Ekonomi, Sosiologi Antropologi, PKn, Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Biologi. Dan hasilnya mahasiswa sepakat bahwa Praktek Kuliah Lapangan (PKL) dijadikan sebagai mata kuliah pilihan.&lt;br /&gt;Tapi kenapa dosen-dosen termasuk ketua program studi di enam program studi itu tidak mau menerima usul yang disampaikan oleh mahasiswa. Satu hal yang bisa saya lihat di sini apakah ada kepentingan dari masing-masing dosen, ataukah dosen-dosen banyak diuntungkan dengan adanya acara Praktek Kuliah Lapangan (PKL) tersebut.&lt;br /&gt;Disaat biaya pendidikan yang cukup mahal ini kok kenapa ada saja lembaga pendidikan yang menambah mempersulit lagi dunia pendidikan. Saya semakin prihatin dengan keadaan yang cukup mengiris hati saya sebagai seorang mahasiswa, andaikan ibu pertiwi masih hidup mungkin air mata beliu akan menetes dengen derasnya membasahi pipi beliu melihat para pengemban amanah dunia pendidikan sudah melalaikan tugasnya sebagai seorang yang seharusnya mengabdikan dirinya dengan baik dan profesional.&lt;br /&gt;Kalau memeng PKL itu untuk kepentingan mahasiwa lalu kenapa setelah mahasiswa menginginkan PKL atau Study Tour keluar kota itu dijadikan sebagai mata kuliah pilihan banyak dosen-dosen menentang apa yang diinginkan mahasiswa.&lt;br /&gt;Benarkah hati nurani mahasiswa sudah tida bisa lagi memberikan tangis pilu di hati para dosen-dosen itu, apa yang sebenarnya yang dinginkan mereka. Ibu pertiwi lihatlah betapa kejamnya pendidikan ini kepada kami, kami anak-anak yang ingin mengemban pendidikan ini harus dipersulit dengan berbagai macam kebohongan publik.&lt;br /&gt;Biaya PKL atau Study Tour yang tidak tanggung-tanggung nilainya yakni lebih dari Rp 2.500.000,00 itu harus dibebankan kepada mahasiswa tanpa ada bantuan sedikitpun dari mereka yang mengatakan ini harus wajib.&lt;br /&gt;Jika sudah begitu pendidikan bukannya suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat akan menjadi lembaga komersil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6957538872809728456?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6957538872809728456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6957538872809728456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6957538872809728456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6957538872809728456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/pkl-fkip-unlam-perlu-kejelasan-beberapa.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4361307162408562903</id><published>2009-03-05T07:18:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T07:20:49.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>FKIP Unlam Harus Berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FKIP Unlam yang merupakan Fakultas paling favorit di lingkungan Unlam dengan jumlah mahasiswa paling banyak di Universitas Lambung Mangkurat. Dengan luas lahan yang cukup besar dan berpenghasilan yang cukup besar. Satu alasan yang bisa saya berikan melalui tulisan ini ialah FKIP Unlam harus menjadi Universitas sendiri terlepas dari Unlam.&lt;br /&gt;Bukan suatu alasan jika suatu saat FKIP Unlam membebaskan diri Unlam, menurut saya itu suatu hal yang wajar, bukan karena FKIP Unlam mempunyai penghasilan yang besar tetapi lebih dari  itu, kalau kita lihat dari bebera sudut pandang memang FKIP Unlam saya rasa sudah siap untuk cerai dari Unlam.&lt;br /&gt;Jika suatu saat FKIP Unlam telah memisahkan diri dari Unlam maka satu hal yang bisa saya katakan ialah luar biasa!!!!!!!!!!!! “UNIVERSITAS FKIP”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4361307162408562903?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4361307162408562903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4361307162408562903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4361307162408562903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4361307162408562903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/03/fkip-unlam-harus-berubah-fkip-unlam.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-3585874719586135109</id><published>2009-02-24T04:23:00.001-08:00</published><updated>2009-02-24T04:23:32.360-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>Mengapa Pilih Golput?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif pemerintah untuk meminta MUI memfatwakan haramnya golput menimbulkan banyak tanda tanya di setiap kalangan masyrakat. Sebagai suatu aspek yang seharusnya independen MUI tidak berhak untuk mengeluarkan fatwa haram golput, takutnya MUI sudah terakomodir oleh partai-partai yang ada, jelas ada kepentingan kalangan elit partai dari keluarnya fatwa haram golput oleh MUI.&lt;br /&gt;Kalau MUI bisa dibeli oleh partai elit politik berarti perlu dipertanyakan fatwa-fatwa yang selama ini dikeluarkan oleh MUI. Dan perlu kejelasan status MUI sebagai lembaga keagamaan, apakah dia konsisten ataukah tidak konsisten, di setiap mengeluarkan fatwanya yang harus diadopsi oleh setiap kalangan itu.&lt;br /&gt;Tidak ada larangan bagi setiap partai untuk menarik minat pemilihnya, tapi perlu dipertimbangkan jika itu tidak sesuai dengan batasan hukum yang ada.&lt;br /&gt;Ada dua faktor utama yang rasional kenapa masyarakat banyak yang memilih golput, pertama : masyarakat tidak tahu tentang calon yang mereka pilih, baik dari segi performen atau kualitas, dan kesiapan calon itu sendiri. Kedua : masyarakat sudah bosan dengan sistem yang ada yang sudah lama mencampakkan mereka, tanpa ada sedikit perubahan yang berarti yang telah dihasilkan oleh elit politik.&lt;br /&gt;Dua faktor tersebut dapat menjadi bukti bahwa gagalnya partai politik di dalam mengemban amanah masyarakat selama ini. Dan tidak salah jika banyak masyarakat yang beranggapan bahwa golput adalah pilihan utama, fatwa haram MUI bisa dianggap sebagai bagian membatasi pilihan masyarakat di panggung demokrasi.&lt;br /&gt;Jika golput adalah suatu pilihan maka tidak ada salahnya jika masyarakat banyak yang memilihnya. &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi pertimbangan MUI sebelum menggeneralisir bahwa golput itu haram, Pertama seberapa besar pengaruh partai politik bagi kehidupan masyarakat terutama rakyat menengah ke bawah, Kedua apakah semua calon yang diusung partai politik, baik sebagai calon legislatif maupun sebagai calon presiden  sudah memenuhi kriteria ataukah hanya syarat kuota saja.  &lt;br /&gt;Jika dua faktor tersebut telah dipenuhi maka anggapan untuk golput bukanlah pilihan yang tepat, oleh sebab itu fatwa MUI harus di dukung penuh. Namun jika kedua faktor tersebut tidak bisa dipenuhi maka golput bisa dijadikan sebagai pilihan terakhir.&lt;br /&gt;Golput memang tidak bisa menyelesaikan masalah, namun juga tidak bisa dikatakan sebagai suatu masalah, ikut ber kontribusi pun di dalam pemilihan umum juga tidak bisa dikatakan dapat menyelesaikan masalah sebagai buktinya pemilu 2004 lalu hanya menghantarkan perampok-perampok ber dasi saja di gedung-gedung pemerintahan dan hasilnya rakyat sebagai korban.&lt;br /&gt;Bukan Reformasi tetapi Revolusi Jilid dua (II) untuk Indonesia yang lebih baik seperti apa yang telah dikatakan oleh saudara Marsudi. Indonesia harus bisa merenovasi sistem pemerintahannya karena yang sekarang bermasalah bukanlah personal tetapi lebih kepada sistem yang menjalankan roda pemerintahan ini. Dan Mahasiswa pun sepakat jika Indonesia sekarang hanya akan bangkit jika telah meninggalkan sistem yang lama (baca) Kapitalis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-3585874719586135109?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/3585874719586135109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=3585874719586135109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3585874719586135109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3585874719586135109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/02/mengapa-pilih-golput-inisiatif.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-388147269837288911</id><published>2009-02-24T04:16:00.001-08:00</published><updated>2009-02-24T04:22:35.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>FKIP Sudah Tidak Bisa Memberi Contoh Yang baik bagi fakultas lain, 46 mahasiswa di keluarkan dari kelas nya hanya karena tidak mau membeli diklat dari dosennya.&lt;br /&gt;satu kasus mungkin telah terjawab namun kasus lain masih banyak lagi yang masih disembunyikan dan sepertinya difasilitasi oleh Program Studinya seperti PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau Studi Banding yang tidak sedikit memakan biaya bahkan lebih dari Rp 2.500.000, hanya untuk satu mata kuliah saja. yang lebih lucu lagi mata kuliah tersebut sifat nya wajib bagi seluruh mahasiswa yang berada di program studi yang bersangkutan seperti: Biologi, Bimbingan Konseling, PPKn, Sosiologi Antropologi, Ekonomi. &lt;br /&gt;seharusnya yang berhak mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan Studi Banding Keluar Kota Ialah Sejarah, Namun Sejarah Bisa dipandang lebih bijak dari program studi yang lainnya di FKIP Unlam Saat ini.&lt;br /&gt;seharus pihak tertinggi kampus seperti senat fakultas harus bisa memberi kan kebijakan atau saksi kepada program studi yang telah menggandakan fungsi kurikulum karena dapat menghambat lajunya dunia pendidikan kita pada saat ini. wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-388147269837288911?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/388147269837288911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=388147269837288911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/388147269837288911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/388147269837288911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/02/fkip-sudah-tidak-bisa-memberi-contoh.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4472179983199761010</id><published>2009-02-24T04:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T04:16:01.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>Topeng Dunia Pendidikan FKIP Unlam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan Indonesia saat ini begitu sangat memilukan, mulai dari minimnya dana yang dianggarkan oleh pemerintah yang hanya berkisar 20% dari anggaran APBN, sampai pencabulan anggaran pendidikan oleh birokratnya.&lt;br /&gt;Belum lagi akhir-akhir lalu telah lahir UU yang sangat menggerogoti dunia pendidikan kita yakni UU BHP (Badan Hukum Pendidikan). Walhasil pendidikan Indonesia semakin carut-marut.&lt;br /&gt;Di Banjarmasin khususnya di salah satu perguruan tinggi negeri, tidak jarang dosen atau pengajar memanfaatkan profesinya untuk meraup keuntungan. Mulai dari menjual bahan-bahan ajar (Buku Paket, Copy CD, Diklat dll), semua itu tidak jarang difasilitasi oleh ketua jurusan atau ketua program studi yang bersangkutan. Bahkan kurikulum pun tidak jarang dijadikan sebagai sarana untuk membuat misi mereka berjalan dengan lancar, sebagai contoh adanya mata kuliah Studi Banding atau Study Tour atau lebih sering dikenal dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Perguruan Tinggi Negeri, yang banyak sekali memakan biaya bahkan lebih dari Rp 2.500.000,00.  Yang lebih disayangkan semua ini terjadi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang sejatinya bisa memberi contoh baik kepada Fakultas-fakultas yang lainnya.&lt;br /&gt;Akan semakin terkikisnya masyarakat grass root dari dunia pendidikan jika pemerintah tidak memperhatikan penyakit yang menyerang dunia pendidikan kita saat ini. Mendiknas sebagai salah satu lembaga yang seharusnya menangani kurikulum-kurikulum berganda seperti ini bisa mengeluarkan sikap tegas dan profesional, agar kurikulum tidak dijadikan pihak kampus atau sekolah sebagai alat untuk menarik iuran dari peserta didiknya.&lt;br /&gt;Wajar jika penduduk di negeri ini banyak yang jarang berfikir rasional, seperti percaya pada dunia-dunia klinik atau tempat-tempat perdukunan seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Jombang Jawa Timur. Semua itu terjadi karena minimnya pendidikan yang mereka terima akibat mahalnya biaya pendidikan.&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih mengejutkan di PTN di Banjarmasin khususnya di Unlam salah satu dosen dengan berani mengeluarkan Mahasiswa dari ruangan kelas bahkan tidak tanggung-tanggung 46 Mahasiswa dari 50 Mahasiswa diusir dari ruang kelas dengan alasan tidak membeli diklat yang dijual oleh dosen yang bersangkutan, yang lebih memprihatinkan lagi kasus tersebut lagi-lagi terjadi di salah satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat dan sama sekali tidak mendapat respon dari pihak petinggi kampus. &lt;br /&gt;Kasus-kasus demikian hanya sebagian kecil yang dapat tertangkap oleh khalayak, mungkin ada berjuta-juta kasus yang selama ini membuat dunia pendidikan kita terseret-seret. Maka oleh sebab itu sudah saatnya mengikis habis penjahat ber dasi di lembaga-lembaga pendidikan, baik dari tingkat bawah sampai ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Masalah tersebut tidak hanya akan membawa penduduk pribumi ini menjadi bangsa bodoh akan tetapi juga akan mencetak kader-kader bangsa ini semakin lemah dan tak berdaya.&lt;br /&gt;Semua ini seharusnya bisa dengan cepat ditangani oleh pihak-pihak yang berwewenang, kalau tidak dunia pendidikan akan semakin menuju lembah kehancurannya terutama dari segi moral.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4472179983199761010?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4472179983199761010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4472179983199761010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4472179983199761010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4472179983199761010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/02/topeng-dunia-pendidikan-fkip-unlam.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1619796632938948673</id><published>2009-02-24T04:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T04:15:02.463-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1619796632938948673?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1619796632938948673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1619796632938948673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1619796632938948673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1619796632938948673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5624242415123565833</id><published>2008-12-23T06:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:10:23.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>“Sistem Pendidikan Sekuler Mahal, &lt;br /&gt;Sistem Pendidikan Islam Pasti Gratis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, sistem pendidikan Islam didasarkan pada sebuah kesadaran bahwa setiap Muslim wajib menuntut ilmu dan tidak boleh mengabaikan nya.&lt;br /&gt;Allah Swt. Mewajibkan setiap Muslim untuk menuntut ilmu dan membekali dirinya dengan berbagai macam ilmu yang dibutuhkannya dalam kehidupan. Ilmu dianggap sebagai sesuatu yang harus ada, yang termasuk ke dalam kebutuhan primer manusia.&lt;br /&gt;Atas dasar inilah negara wajib menyediakan pendidikan bebas biaya kepada warga negaranya, baik Muslim maupun non-Muslim, agar mereka bisa menjalankan kewajibannya atau memenuhi kebutuhan primer mereka. Negara bersungguh-sungguh berupaya memperoleh pendapatan negara, seperti yang telah dicontohkan Rasulullah saw, dalam mengelola perekonomian negara, semua aset negara baik berupa tambang batubara, minyak, gas, besi, tembaga, timah, emas dan yang laiknya termasuk hutan dan sumber daya laut yang berupa mutiara, dan kekayaan laut laiknya dikelola semaksimal mungkin oleh negara untuk kesejahteraan rakyat, agar bisa memenuhi kebutuhan primer bagi negaranya, termasuk kebutuhan pendidikan yang diselenggarakan secara gratis. Bukan diserahkan kepada asing dan pihak swasta?&lt;br /&gt;Negara tidak hanya sekedar berkewajiban menyediakan pendidikan yang bebas biaya, tetapi juga berkewajiban bertindak sebagai penyelenggara sistem pendidikan yang berkualitas, dengan asas pendidikan dan tujuan pendidikan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;Asas pendidikan, &lt;br /&gt;Asas pendidikan adalah akidah Islam. Bukan seperti sistem pendidikan sekuler yang mana agama hanya dijadikan sebagai mata pelajaran saja bukan sebagai dasar bagi seluruh mata pelajaran, bahkan di perguruan tinggi pendidikan agama hanya merupakan mata kuliah wajib yang mempunyai nilai bobot hanya 2 sks saja sama dengan mata kuliah lainnya. Tetapi Islam memandang akidah sebagai dasar kurikulum (mata ajaran dan metode pengajaran) yang diberlakukan oleh negara. Akidah Islam berkonsentrasi pada ketaatan pada syariat Islam. ini berarti tujuan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum harus terkait dengan ketaatan pada syariat Islam. pendidikan dianggap tidak berhasil apabila tidak menghasilkan keterikatan pada syariat Islam pada peserta didik, walaupun mungkin membuat peserta didik menguasai ilmu pengetahuan. Jadi wajar ketika sistem pendidikan Islam diterapkan maka tidak akan ada lagi siswa atau mahasiswa yang melakukan sex bebas, mengkonsumsi narkoba, tauran, bolos sekolah, bahkan sistem pendidikan Islam tidak akan mencetak para pejabat yang korup seperti yang telah terjadi di sistem pendidikan sekuler sekarang dimana siswa dan mahasiswanya banyak yang melakukan sex bebas, mengkonsumsi narkoba dan tauran pun tidak pernah lepas di dunia para intelektual yang dikatakan sebagai calon pemimpin bangsa ini.&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan,&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan diartikan sebagai suatu kondisi yang ideal yang akan dicapai peserta didik. Pendidikan Islam adalah upaya sadar yang terstruktur, terprogram, dan sistematis, yang bertujuan mengembangkan manusia yang: (1) berkepribadian Islam; (2) menguasai tsaqofah atau pemikiran Islam; (3) menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan seni) yang memadai, yang selalu menyelesaikan masalah kehidupannya sesuai dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;Seorang peserta didik harus dikembangkan semua kecerdasannya, baik kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan politiknya. Karena semuanya dituntut dalam perjalanan hidup sebagai khifah di muka bumi.&lt;br /&gt;Para peserta didik kelak akan menjadi profesi-profesi di masyarakat sekedar mendapatkan materi untuk kehidupannya di dunia, tetapi juga dilandasi motivasi menjalankan kewajiban kifayah untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Seorang dokter, misalnya, tidak perlu mengejar setoran untuk mengembalikan modal sekolah kedoktorannya. Ia mengobati pasien sebagai bentuk ibadahnya kepada Allah. Bermodalkan ilmu kedokteran yang dikuasainya dan dengan tsaqafah (Pemikiran) Islam yang dimilikinya, ia tidak akan mengobati pasien dengan cara-cara yang diharamkan Allah.&lt;br /&gt;Selain itu, untuk  mencapai tujuan pendidikan yang kondusif maka diperlukan juga pendidik (guru dan dosen) atau orang-orang yang menyampaikan pelajaran, teladan bagi peserta didik, dan pelaku cara-cara (strategi) mengajar dalam pendidikan yang lain kepada siswa. Tenaga pendidikan (pegawai administrasi, dokter sekolah, dan tenaga lain di sekolah) juga merupakan orang-orang yang menentukan terwujud tidaknya budaya sekolah yang kondusif bagi tercapainya tujuan pendidikan. Karenanya mereka harus direkrut dari orang-orang yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Negara harus menentukan kualifikasi pendidik dan tenaga pendidikan. Misalnya, ditentukan bahwa mereka semua harus berkepribadian Islam, memiliki etos kerja yang baik, sehingga tidak ada guru atau dosen  yang bolos mengajar, amanah, dan kapabel menjalankan tugas masing-masing. Untuk pendidik mereka menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada peserta didik dan menguasai metode-metode dalam pendidikan dan pengajaran. Jadi sistem pendidikan Islam lebih baik dari pada sistem pendidikan sekuler yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun dan tidak kunjung memberikan kebermanfaatan yang pasti kepada masyarakat banyak. Sebagai contoh sekarang banyak rumah sakit yang hanya meriam pasien dari golongan orang-orang kaya saja sedangkan orang miskin dilarang untuk berobat di rumah sakit “orang miskin dilarang sakit”, kemudian tidak sedikit bangku-bangku pendidikan yang tidak bisa dicapai oleh masyarakat kecil, padahal hak mereka adalah untuk mengenyam dunia pendidikan yang berkualitas itu sudah menjadi bagian dari hak mereka sebagai rakyat di sebuah negara yang didasarkan atas asa hukum yang berlaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5624242415123565833?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5624242415123565833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5624242415123565833' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5624242415123565833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5624242415123565833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/sistem-pendidikan-sekuler-mahal-sistem.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1393075194730829425</id><published>2008-12-23T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:09:33.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>KRISIS MULTI DIMENSI DAN KRISIS PEMIMPIN&lt;br /&gt;(refleksi 100 Kebangkitan Nasional dan 10 Reformasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, yang mengalami lumpuh total akibat terserang penyakit kronis yang sukar disembuhkan sehingga sempat membuat negeri ini “koma”. Salah satunya yaitu krisis ekonomi moneter.&lt;br /&gt;Di tengah situasi perekonomian yang kontemporer saat ini, angka kejahatan semakin meningkat, sebagai salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi. Ironisnya lagi, seiring dengan krisis ekonomi tersebut, krisis moral pun juga ikut merajalela. Bahkan banyak orang yang tega yang menghilangkan nyawa saudaranya hanya karena sesuap nasi. Realita ini tidak bisa kita pungkiri.&lt;br /&gt;Negeri yang dulu pernah menjadi swasembada beras kini telah menjadi negeri yang kering dan tandus setelah menjadi negara Indonesia. Negeri yang dulu pernah menjadi pengekspor tenaga kerja profesional ke luar negeri kini telah menjadi negeri pengekspor buruh. Yang menjadi PR kita semua adalah, apakah pendidikan di Indonesia hanya mampu mencetak mental-mental buruh?&lt;br /&gt;Yang lebih memilukan lagi mental rakyat di negeri ini lebih senang menjadi buruh ketimbang menjadi pemilik usaha. Bukan hanya di luar negeri di dalam negeri pun penduduk pribumi ini tetap menjadi buruh.&lt;br /&gt;Kalau di hitung dari sabang sampai merauke kekayaan alam kita sangat melimpah ruah bahkan untuk PT freeport saja mampu untuk membangun AS yang lebih baik dari AS sekarang. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kemana semua kekayaan alam kita? Kenapa kita menjadi buruh? Kenapa rakyat Indonesia banyak yang miskin? Kenapa setiap tahunnya selalu ada saja peningkatan jumlah pengguguran padahal sumber laut kita melimpah, tambang kita banyak, dan serentetan kekayaan alam lainnya yang sampai saat ini dikeruk orang lain. Dimana kita saat kapal batu bara melintasi laut kalimantan? Dimana pemerintah kita saat kapal pengangkut emas di Papua mengangkut kekayaan alam miliki kita? Kenapa BBM kita naik padahal stok minyak mentah kita banyak? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang hingga saat ini tidak bisa dijawab oleh penguasa kita?&lt;br /&gt;Padahal di Gedung-gedung pemerintahan kita banyak sekali pejabat nya, mungkin kalau ditulis di kertas putih tentu tidak akan cukup kalau hanya 100 lembar kertas, bahkan untuk menulis nama-nama mereka saja mungkin tidak akan cukup dengan hanya satu pulpen saja. Tapi apa kerja mereka, mobil mewah, rumah mewah, makanan mewah, pakaian mewah, dan serba mewah lainnya yang kita berikan sepertinya tidak cukup untuk fasilitas mereka hingga mereka harus ‘merampok’ rakyat lagi dengan kekuasaan mereka (korupsi, suap-menyuap dan berbagai macam niputisme lainnya).&lt;br /&gt;Kalau kita berkaca dari Umar bin Khatab sebagai seorang pemimpin, dia sanggup merelakan anaknya menangis karena ingin membeli baju dari pada memakan uang yang bukan haknya. Umar lebih rela tinggal dibawah gubuk dari melihat rakyat yang tinggal dibawah gubuk padahal dia adalah seorang penguasa pada saat itu. Bahkan Umar sanggup mengangkat beras sendiri untuk memberi makan rakyatnya dan memasak nya dengan tangan nya sendiri.&lt;br /&gt;Inilah salah satu sosok pemimpin yang dirindukan rakyat hingga saat ini. Ketidak percayaan rakyat terhadap partai-partai politik sekarang sangat beralasan, sebabnya sudah 100 tahun hari kebangkitan nasional dan bahkan sudah 63 tahun kita merdeka ditambah lagi dengan 10 Reformasi, keadaan kita masih seperti ini bahkan lebih buruk dari yang dulu. Berarti pemilu yang sudah-sudah tidak menghasilkan apa-apa kecuali penderitaan rakyat, bahkan pemilu 2004 yang lalu yang telah mengantarkan SBY-JK menjadi seorang pemimpin yang dianggap sebagai pemilu yang paling demokratis pun sama saja hasilnya. Lalu mungkinkah kita akan berharap pada pemilu yang akan datang, sampai kapan kita akan berharap pada pemilu?&lt;br /&gt;Saatnya Indonesia melawan, bangkit untuk mandiri dan bersatu  melawan Imperialisme penjajah, menasionalisasikan semua aset-aset kita, mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampas. Sebagaimana yang telah di lakukan India dan Cina, India dan Cina bukan hanya menguasai ilmu dan teknologi tetapi sudah menguasai ilmu antariksa jangan ditanya apakah mereka mampu menguasai swasembada beras.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah bangsa yang telah lebih setengah abad merdeka, Indonesia sudah seharusnya menampakkan diri sebagai “macan” Asia. Lihatlah keberanian pemimpin dunia macam Evo Morales (Bolivia), Hugo Chavez (Venezuela), Rafael Correa (Ekuador), atau Mahmoud Ahmadinejad (Iran) yang dengan gagah berani menentang Imperialisme ekonomi AS dengan menasionalisasikan aset-aset strategisnya dan mengusir perusahaan multinasional yang menggerogoti SDM bangsa mereka. Wallahu a’alam bi ash-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1393075194730829425?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1393075194730829425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1393075194730829425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1393075194730829425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1393075194730829425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/krisis-multi-dimensi-dan-krisis_23.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-8918714166665412322</id><published>2008-12-23T06:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:08:49.796-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>BENARKAH PLATO DAN ARISTOTELES TIDAK BEGITU &lt;br /&gt;PERCAYA PADA DEMOKRASI?&lt;br /&gt; (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “demokrasi” saat ini tidak dapat di lepaskan dari wacana politik apapun baik dalam konteks mendukung, setengah mendukung, atau menentang. Mulai skala warung kopi pinggir jalan sampai hotel berbintang lima, demokrasi menjadi objek yang paling sering di bicarakan, paling tidak di negeri ini.&lt;br /&gt;Dengan logika antitesis, lawan kata demokrasi adalah totaliter jika tidak demokratis pasti totaliter. Totaliter sendiri memiliki kesan buruk kejam, bengis, sehingga negara-negara komunis sekalipun tidak ketinggalan memakai istilah demokrasi walaupun diembel-embeli sebagai “ Demokrasi Sosialisme” atau “Demokrasi Kerakyatan”. Dalam kaitannya masalah ini, UNESCO pada tahun 1949 menyatakan:&lt;br /&gt;“… mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, demokrasi di nyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang di perjuangkan oleh pendukung-pendukung yang berpengaruh… &lt;br /&gt;Kedaulatan didefinisikan sebagai “menangani dan menjalankan sesuatu kehendak atau aspirasi tertentu”. Dalam sistem demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat. Hal ini berarti rakyat sebagai sumber aspirasi (hukum) dan berhak menangani serta menjalankan aspirasi tersebut.&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, kekuasaan berada ditangan rakyat dan mereka “mengontrak” seorang penguasa untuk mengatur urusan dan kehendak rakyat. Jika penguasa dipandang sudah tidak akomodatif terhadap kehendak rakyat, penguasa dapat dipecat karena penguasa tersebut merupakan “buruh” yang di gaji oleh rakyat untuk mengatur negara. Konsep inilah yang diperkenalkan oleh John Locke (1632-1704) dan Montesquieu (1689-1755), dikenal dengan sebutan kontrak sosial.&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, kebebasan adalah faktor utama untuk mengembalikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengekspresikan apapun bentuknya secara terbuka dan tanpa batasan atau tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan bangsa terjadi apabila kepemimpinan tidak lagi melindungi kepentingan publik (rakyat), di beberapa negara yang tertulis dalam catatan sejarah mengetengahkan keadaan negara yang lebih mementingkan kehendak pemimpinnya, maka egoisme individual pemimpin itu akan menggusur negara kepada kemiskinan rakyatnya dan kehancuran negaranya. Logika kepemimpinan adalah membawa kehidupan rakyatnya menuju kepada kesejahteraan, bukan sebagai arena menarik sebesar-besarnya kekayaan intelektual, materi, maupun tenaga rakyatnya untuk kesejahteraan pemimpinnya. Gejala penyelewengan pemimpin telah berjalan sejak sebuah kelompok manusia/organisasi terbentuk di bumi ini. Tipikal kepemimpinan kuno yang tingkat peradabannya masih rendah, pemimpin selalu dianggap sebagai dewa, sehingga rakyat diharuskan mengabdi dan memenuhi segala perintahnya, meskipun perintah tersebut menyengsarakan mereka. Dengan kata lain kepemimpinan pada masa peradaban rendah, rakyat merupakan objek bagi peningkatan kesejahteraan pemimpin, sehingga kekayaan alam dan sumberdaya lainnya diperuntukan untuk kesejahteraan pemimpin.&lt;br /&gt;Demokrasi modern tidak memberikan ruang kepemilikan sumber-sumber ekonomi yang berlimpah dan sangat dibutuhkan masyarakat banyak dikuasai oleh negara untuk dikembalikan kepada rakyat sebagai pemilik sumber-sumber ekonomi tersebut (faktor produksi). Demokrasi modern memberikan keleluasaan kepada pihak swasta (individual) untuk menguasai sumber-sumber ekonomi, praktik teori demokrasi ini sebenarnya sedang memperlihatkan bahwa praktik monopoli kepemilikan sumberdaya diperkenankan, dan negara menjadi lembaga legalisasi terhadapnya. “Mungkinkah keadilan dapat dicapai dengan kondisi ini ?”, Bukankah praktik ini sedang mempertontonkan teori kekuatan hewan di hutan, dimana yang kuat boleh menjadi pemimpin ?. Kecerdasan mana yang dapat menerima demokrasi modern dapat dijadikan model kepemimpinan yang mensejahterakan rakyat suatu negara, dan dimanakah letak kekuasaan negara sebagai pelindung rakyatnya, apabila kepemilikan sumber-sumber ekonomi tidak diatur oleh negara, tapi diserahkan sebebas-bebasnya kepada individu ?.&lt;br /&gt;Sehingga mungkin Plato dan Aristoteles bertanya untuk apa ada negara jika yang menjalankan roda perekonomian adalah swasta, sedangkan negara sifatnya hanya sebatas wasit di arena pertandingan sedangkan yang menjadi pemain adalah rakyatnya. Yang kuat dapat menindas yang lemah dan yang berkuasa dapat menggunakan kekuasaannya untuk bertindak sesukanya, hal serupa tidak lebih seperti hukum yang ada di hutan, jadi demokrasi dapat disebut sebagai hukum rimba?&lt;br /&gt;Suara mayoritas selalu menjadi rujukan bagi sistem demokrasi, sehingga rakyat bisa menggantikan kedudukan Tuhan di dunia. Sesuatu tidak lagi diukur dengan benar atau salah tetapi diukur dengan suara mayoritas, sehingga tidak aneh jika demokrasi melahirkan disintergrasi nilai luhur suatu agama, sosial, dan budaya di suatu masyarakat. &lt;br /&gt;Praktik Korupsi, monopoli terhadap sumber-sumber ekonomi, swastanisasi sumber-sumber ekonomi yang merupakan hajat hidup rakyat banyak, gaya kepemimpinan yang selalu ingin diutamakan, serta masih memerlukan upeti, money politic, eksploitasi sumber daya alam yang mengabaikan keseimbangan, dan meningkatnya jumlah kemiskinan akibat rakyat miskin menjadi objek pemilik sumber daya ekonomi, merupakan produk demokrasi modern, sebab demokrasi ini memperkenankan penguasaan individual terhadap sumber daya ekonomi dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;Praktik kepemimpinan dengan pendekatan kekuasaan ekonomi, akan melahirkan penindasan, kedzaliman, dan kerakusan. Kepemimpinan model seperti ini akan melahirkan ketakutan bagi para pemimpin yang sedang duduk kehilangan jabatan. Hal ini terjadi karena berindikasi turunnya jabatan akan menurunkan jumlah kekayaan, sehingga upaya mempertahankan kekuasaan dan memperbanyak kekayaan menjadi faktor penentu kelestarian pengaruh yang dimilikinya. Apakah pemimpin yang masih memiliki ketakutan terhadap turunnya jabatan, akan mampu memimpin rakyatnya/bawahannya, dan apakah rakyat/bawahan mau dipimpin oleh seorang penakut seperti itu ?.&lt;br /&gt; Meningkatnya jumlah kemiskinan, kebijakan pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan diluar kesejahteraan rakyatnya, merupakan bentuk kegagalan demokrasi modern, contoh riil yang dihadapi yaitu meningkatnya harga pangan, meningkatnya harga minyak, merupakan bukti kegagalan produk pemikiran demokrasi modern.&lt;br /&gt;Sehingga patutlah Plato dan Aristoteles kebingungan dengan teori ini, yang tidak lagi berstandar kan kesejahteraan rakyat tetapi standar untuk kesejahteraan penguasa dan pemilik modal (kapital). Mungkin jika John Locke dan Montesquieu masih hidup dia akan berpikir seribu kali untuk memperkenalkan sistem demokrasi ini, dan tidak menutup kemungkinan dia akan memperkenalkan sistem Islam yang tidak ada dua dibandingkan dengan demokrasi.&lt;br /&gt;Menerapkan model kepemimpinan Muhammad (Islami) dalam berorganisasi dan bernegara, merupakan pilihan rasional dan ilmiah, sebab kelemahan dari model ini hanya disebutkan oleh orang-orang yang tidak menghendaki kebenaran dan kesejahteraan manusia tegak dimuka bumi ini. &lt;br /&gt;“Ditinjau dari akar kelahirannya, islam jelas beda dengan demokrasi. Sistem Islam tidak lahir dari akal-akalan manusia, tapi merupakan Wahyu dari Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-8918714166665412322?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/8918714166665412322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=8918714166665412322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8918714166665412322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8918714166665412322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/benarkah-plato-dan-aristoteles-tidak.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-3912609643971921304</id><published>2008-12-23T06:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:07:21.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>“Pungli Berkedok Pendidikan”&lt;br /&gt;(wongcilik dilarang pintar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang rata-rata berpenduduk rakyat yang perekonomiannya dibawah garis kemiskinan “wongcilik”, tiba-tiba harus dikejutkan dengan UU yang akan mencegah anak-anak mereka untuk bisa menikmati pendidikan dengan murah.&lt;br /&gt;Pendidikan akan dikomersilkan. Masa depan bangsa ini tergantung pada pendidikan yang ada di dalam negaranya, makin baik pendidikan yang diberikan maka negara akan semakin prioritas untuk mencapai tujuan negaranya. Kalau pendidikan yang diberikan suatu negara kepada pendudukanya kurang baik maka prioritas negara untuk mencapai tujuannya juga akan semakin minim.&lt;br /&gt;Suatu negara akan dikatakan berhasil di dalam dunia pendidikan jika mampu menghasilkan jutaan orang-orang terpelajar setiap tahunnya, lalu bagaimana semua itu akan bisa dicapai kalau pendidikan di dalam negerinya mahal?&lt;br /&gt;Dengan disahkannya  Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) pada tanggal 17 Desember 2008 lalu yang sering diselewengkan mahasiswa dengan kalimat Badan Hutang Pendidikan. Bisa dikatakan sebagai bumerang bagi peserta didik, bagaimana bisa pendidikan yang dikomersilkan mampu memberikan pendidikan yang murah kepada peserta didik. Kalau kita lihat sekarang perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta berlomba-lomba untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan mereka, tetapi yang menjadi korban dari ambisi perguruan tinggi tersebut adalah mahasiswa. Mahasiswa harus membayar uang pakal, uang buku, dan sejumlah dana lainnya yang bisa digolongkan sebagai iuran yang harus dibayar mahasiswa kepada pihak perguruan tinggi dengan biaya yang relatif sangat mahal.&lt;br /&gt;Pada dasarnya upaya perguruan tinggi atau perguruan menengah dan sejenisnya untuk berlomba-lomba membangun sarana dan prasarana pendidikannya bukan merupakan suatu hal yang buruk, tetapi harus perlu dipertimbangkan kalau yang akan menjadi korban adalah peserta didik. Seharusnya upaya untuk mencari dana di dalam pembiayaan pembangunan sekolah atau perguruan tinggi itu bisa dengan mempatenkan penemuan-penemuan yang dilakukan oleh mahasiswa atau dari pihak pendidik untuk kemajuan dunia pendidikan atau mengembangkan minat dan bakat siswa atau mahasiswa sehingga membuat banyak lembaga-lembaga yang tertarik, semisal mahasiswa otomotif yang senang merancang berbagai bentuk kendaraan maka seharusnya pihak sekolah atau pihak kampus bisa menangkap hal ini dan langsung mempromosikan nya kepada pihak-pihak yang bisa mengekspos hobi dan minat peserta didik tersebut, atau bisa juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain yang mempunyai kemampuan untuk mengembangkan dunia pendidikan sebagai lahan pembiayaan pendidikan, sehingga siswa dan mahasiswa tidak perlu dibebankan dengan biaya pendidikan yang begitu mahal dan menakutkan bagi rakyat yang tidak mampu.&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan kewajiban bagai setiap warga negara yang harus diselesaikan minimal 9 tahun, lalu bagaimana hal itu bisa terjadi kalau biaya pendidikan begitu mahal.&lt;br /&gt;Keputusan pemerintah untuk memberlakukan UU BHP, bisa dianggap suatu keputusan yang tidak realistis dilakukan pada saat perekonomian Indonesia yang carut-marut. &lt;br /&gt;Ini merupakan catur politik di Indonesia, dunia pendidikan sekali lagi ingin digunakan sebagai lahan mencari uang, bukan diupayakan untuk mencerdaskan anak bangsa yang kian terpuruk ini. Sungguh tidak adil jika MK tidak mencabut UU BHP, dan lebih tidak bijak jika pihak perguruan tinggi negeri atau swasta dengan leluasa menerima UU BHP dengan begitu tanpa ada pertimbangan yang begitu matang. Seharusnya pihak-pihak kampus harus bisa mencari jalan tengah untuk menyelesaikan problem perguruannya dan tidak serta merta mengorbankan siswa dan mahasiswa.&lt;br /&gt;Kalau pendidikan bisa murah kenapa harus mahal, dengan bijaklah seharusnya lembaga-lembaga pendidikan mencari pendanaan untuk pembiayaan perguruannya sehingga tidak mengambil keputusan yang keliru, yang bisa mempersempit lembaga-lembaga pendidikan formal yang diprioritaskan untuk anak bangsa tanpa terkecuali, karena merupakan kewajiban bagi mereka untuk menuntaskan pendidikan minimal 9 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-3912609643971921304?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/3912609643971921304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=3912609643971921304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3912609643971921304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/3912609643971921304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/pungli-berkedok-pendidikan-wongcilik.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4951041320832727714</id><published>2008-12-18T01:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T01:50:02.636-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SUocmYcVjeI/AAAAAAAAADg/Kbleqaeyrww/s1600-h/DSC00823.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SUocmYcVjeI/AAAAAAAAADg/Kbleqaeyrww/s200/DSC00823.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281064958767238626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surat Cinta Untuk Orang Yang Aku Cintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarmasin, 28 November 2008&lt;br /&gt;Kpa Yth: Orang Yang Menerangi Gelap Kasih ku&lt;br /&gt;Jln          : Simpang 1 Anugrah Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;Mungkin kedatangan dari surat ini sangat mengejutkan Ukti, tapi bagi saya ini adalah suatu cara bagi saya untuk mengutarakan semua isi hati saya kepada ukti. Ketidak mampuan saya, ketidak beranian saya telah membuat saya diam, dan cinta saya kepada ukti telah merongrong dijantung sukma saya seakan dia berontak dan tak mau berhenti untuk terus berontak. Sehingga ketidak berdayaan saya terkalahkan dengan nikmat cinta yang diberikan Allah kepada saya.&lt;br /&gt;Setetes harapan di dalam hati saya, untuk mengharapkan seorang yang sangat mulia hatinya. Saya ibarat lumpur dosa yang ingin mandi di kolam susu. Mungkin itulah gambaran ketidak berdayaan saya. Waktu telah menancapkan rasa cinta saya kepada ukti, waktu telah membuat saya merasa harus menjadi orang yang haus cinta. &lt;br /&gt;Dear…..&lt;br /&gt;Sebelumnya ukti mungkin merasa sangat kaget dengan datangnya surat ini, tapi inilah surat yang saya tulis ketika hati saya sudah merasa gundah gulana ingin mengharapkan cinta yang tumbuh di taman surga. Tapi sebelumnya ukti akan bertanya seberapa besar cinta saya untuk ukti, apa yang saya miliki untuk diberikan kepada ukti dan serentetan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;Ketika ukti bertanya seberapa besar cinta saya kepada ukti, mungkin saya akan menjawab tidak sebesar seperti cinta Romeo dan Juliet. Saya juga tidak bisa mencintai Ukti sepenuhnya, ketika ukti menjadi Istri saya mungkin ukti harus berbagi cinta dengan yang lainnya. Sanggupkah ukti untuk itu? Sebelum saya mengungkapkan rasa hati saya kepada ukti, saya sudah memiliki banyak cinta sebelumnya: saya cinta kepada Allah yang memberikan saya kehidupan, saya cinta kepada Rasulullah yang telah memberi terang hidup saya, saya cinta kepada Ibu dan Ayah saya, saya cinta kepada seluruh kaum muslimin yang sedang dijajah, dan saya juga cinta kepada hamparan langit, gunung dan semua ciptaan Allah yang telah memberi kehangatan kepada saya. Mungkin cinta saya kepada Ukti hanya tinggal setetes saja, meskipun demikian saya akan berusaha membahagiakan Ukti meskipun tidak sebahagia sang putri raja atau tidak sebagia sang permaisyuri di kerajaan. Tapi Insya Allah saya berjanji demi sang pencipta yang telah memberi kehidupan kepada saya, saya akan berusaha untuk selalu membahagiakan Ukti meski kita hanya hidup di bawah gubuk, meski kita makan hanya dengan garam atau kita hanya makan dengan ubi saja.&lt;br /&gt;Bagi saya cinta tidak bisa diukur dengan materi, cinta juga tidak bisa di ukur dengan bentuk fisik, tetapi cinta hanya lahir bagi orang-orang yang mengagumi makna cinta yang lahir dari Ilahi, cinta yang suci hanya lahir dari jiwa yang suci. Cinta bukanlah mainan, cinta juga bukan rayuan, cinta juga bukan valentine, cinta juga bukan irama lagu , cinta tidak bisa diutarakan dengan bunga, cinta juga tidak bisa diutarakan dengan coklat. Tapi cinta hanya bisa diutarakan dengan hati yang bersih, karena cinta itu hakekat nya adalah anugerah dari Ilahi.&lt;br /&gt;Dear…&lt;br /&gt;Setulus cinta yang lahir dari hati, bukan cinta yang hanya lahir dari materi, cinta tidak seperti air yang setiap saat bisa berkurang kadang pasang terkadang dia surut, cinta juga tidak seperti hangatnya sinar matahari kadang panas terkadang mendung, cinta juga tidak bisa diibaratkan seperti tiupan angin yang kadang menyejukkan dan terkadang tidak memberi kesejukan. Tetapi makna cinta saya adalah seperti waktu, dia terus berjalan dan dia tidak bisa berubah, tidak bisa kembali dan tidak bisa berhenti.&lt;br /&gt;Cinta bukan pacaran cinta juga bukan TTM (Teman Tapi Mesra), cinta adalah harapan untuk menjadi yang terbaik dalam hidup, harapan untuk memberikan kasih sayang karena Allah, harapan untuk membahagiakan, harapan untuk berbagi, harapan untuk saling merasakan, dan harapan untuk saling menasehati.&lt;br /&gt;Cinta yang dihiasi dengan materi pasti tidak akan bisa bertahan, dia akan terus rapuh hingga hilang terkikis waktu, cinta yang dihiasi materi tidak lebih seperti roda kendaraan yang bila sering digunakan maka dengan sendirinya dia akan berkurang, tetapi cinta yang lahir dari jiwa yang bersih mencinta karena Allah berpisahpun hanya karena Allah, tidak lebih. Hanya cinta yang lahir dari jiwa yang bersihlah yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan kemuliaan.&lt;br /&gt;Banyak para pujangga yang mengutarakan cinta nya dan berjanji untuk saling setia, berjanji saling mengasihi dalam ikatan yang tidak diridhoi-nya, seakan sombong pada dunia, mereka beranggapan bahwa cintanyalah yang paling mulia seakan-akan membuat cinta yang lain tiada, mereka dengan sombong juga mengatakan bahwa dunia ini hanya milik berdua seakan-akan membuat mati makhluk yang lain.&lt;br /&gt;Gue tidak akan begitu cinta gue hanya sebatas cinta kepada Allah, cinta gue akan luntur ketika cintamu kepada Allah juga luntur, tapi cinta gue tidak akan luntur kalau hanya bentuk fisikmu yang berubah. Gue akan terus dan selalu mencintaimu meski satu kakimu hilang dan kamu hanya duduk di kursi roda, gue juga akan terus mencintaimu meski tanganmu putus dan kamu tidak mempunyai tangan untuk merawatku, cinta gue juga tidak akan pudar ketika matamu tidak bisa  melihat, cinta gue juga tidak akan hilang ketika kamu tidak bisa bersuara. Tetapi cinta saya akan hilang ketika kamu berpaling dari Allah, meninggalkan semua sunah-sunah Rasulullah, dan lari dari ajaran-ajaran Islam, meskipun kecantikan mu bisa merobek jantung ku, meskipun hamparan indahnya tubuhmu bisa menggoncangkan dunia dan atau laut akan berubah menjadi gelap dengan senyumu. Tetapi cintamu kepada sang pencipta hilang maka hilanglah pula cinta saya.&lt;br /&gt;Langit mungkin akan berubah, laut juga pasti bisa berubah tetapi komitmen gue untuk mencintaimu tidak akan berubah. Berjanjilah untuk saling membahagiakan, berjanjilah untuk memberi yang terbaik antara yang satu dengan yang lain. Berjanjilah untuk bisa mengiklaskan, karena cinta itu bukan lah segalanya. Masih banyak yang harus dipikirkan oleh mu dan juga olehmu yakni Islam.&lt;br /&gt;Mungkin inilah sayap-sayap patah saya buat ukti, meskipun ukti tidak menjadikan saya pilihan hati, saya tidak akan berputus asa, tidak akan bunuh diri, saya juga tidak akan, meminum racun serangga. Karena cinta saya lahir dari hati dan jiwa yang bersih maka di dalam hati saya tidak ada kata cinta bertepuk sebelah tangan, ketika saya mencintai maka itulah makna cinta yang sesungguhnya, cinta yang hanya hilang jika Allah tidak mengizinkannya.&lt;br /&gt;Waktu bisa berubah maka cinta saya tidak akan pernah berubah kecuali bila Allah yang menginginkannya.&lt;br /&gt;Saya juga tidak bisa berharap pada ukti karena ukti juga mempunyai harapan, saya juga tidak bisa memaksa ukti untuk mencintai saya karena tidak ingin ukti mencintai saya karena terpaksa.&lt;br /&gt;Mungkin waktu jualah yang akan menjawab semuanya….. waktu yang akan membawa kita kemana dia hendak membawa dengan seizin yang menciptakan waktu…..&lt;br /&gt;Semoga datangnya surat ini bisa menambah iman kita, bisa menambah rasa cinta kita kepada Allah sang pencipta makhluk dan inilah surat yang saya buat untuk orang yang saya rindukan kehadirannya di dalam hidup gue…&lt;br /&gt;Gue tunggu balasan darimu dan pesan saya yang terakhir…janganlah jadikan cinta sebagai tujuan hidupmu, tetapi jadikanlah ia sebagai jalan bagimu untuk meraih ridho darinya..&lt;br /&gt;Wassalam orang yang mencintaimu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4951041320832727714?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4951041320832727714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4951041320832727714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4951041320832727714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4951041320832727714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/surat-cinta-untuk-orang-yang-aku-cintai.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SUocmYcVjeI/AAAAAAAAADg/Kbleqaeyrww/s72-c/DSC00823.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6842468675210990912</id><published>2008-12-02T06:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T06:48:28.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>permasalahan</title><content type='html'>Soal : Cari data lapangan tentang kendala memulai usaha masing-masing mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencari data lapangan tentang kendala memulai usaha peternakan ayam daging, dan dari data-data yang saya peroleh kendala-kendalanya sangatlah beragam dan kendala-kendala dalam memulai usaha peternakan ayam tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Memperoleh pengetahuan tentang cara beternak ayam daging yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Sebelum benar-benar memulai usaha peternakan ayam daging ini, peternak yang sebelumnya tidak mempunyai pengetahuan tentang cara beternak ayam daging yang baik dan benar berusaha mencari-cari pengetahuan tentang itu. Baik dengan cara membeli buku yang berkaitan dengan peternakan ayam daging, maupun ikut penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan masalah beternak ayam daging. Sehingga dengan demikian peternak yang pada awalnya cuma ingin memulai usaha beternak ayam daging, tapi belum mempunyai keterampilan tentang itu kini sudah menjadi peternak yang ingin membuka usaha peternakan yang sudah mempunyai keahlian tentang beternak ayam daging tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Modal usaha&lt;br /&gt;Modal adalah hal yang paling utama dalam memulai usaha. Dalam memulai usaha peternakan ayam daging ini diperlukan modal yang tidak sedikit,  yaitu sekitar Rp 75.000.000,- modal yang cukup banyak ini tentu saja tidak dimiliki oleh peternak yang tergolong kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu peternak mengajukan permohonan pinjaman ke bank untuk menambah modalnya. Dalam proses pengajuan pinjaman ke bank peternak cukup mendapatkan kesulitan karena harus adanya jaminan dan birokrasi yang bertele-tele. Setelah berhasil mendapatkan pinjaman dari bakn maka modal  sudah terkumpul dan modal tersebut digunakan untuk membuat kandang ayam, perlengkapan peternakan dan sebagian lagi untuk modal kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mendapatkan surat izin usaha perdagangan (SIUP)&lt;br /&gt;Agar dalam menjalankan usaha ini nantinya tidak mendapatkan gangguan dan hambatan yang tidak diinginkan (protes dari masyarakat, penggusuran, dan lain-lain) maka diperlukan suatu legalitas usaha, salah satunya dengan mendapatkan surat izin usaha perdagangan (SIUP), dalam  memperoleh surat izin perdagangan untuk usaha peternakan ini peternak mendapatkan kesulitan yaitu karena birokrasinya sangat bertele-tele mulai dari minta izin ke ketua Rt, lurah, dan seterusnya. Proses ini sangat menyita waktu dan tenaga peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penentuan lokasi yang tepat&lt;br /&gt;Lokasi yang tepat sangat menentukan lancar tidaknya suatu usaha yang dijalankan. Dalam usaha peternakan ayam daging ini diperlukan lokasi yang cukup jauh dari permukiman penduduk, hal ini dikarenakan dalam usaha peternakan ayam daging ini akan menimbulkan polusi udara yang berupa bau tidak enak yang berasal dari kotoran ayam tersebut, jika tetap memaksakan mendirikan peternakan ayam daging di daerah lingkungan padat penduduk maka bukan tidak mungkin akan mendapatkan protes dari masyarakat yang terganggu oleh udara yang tercemar karena bau kotoran ayam tersebut. Jadi untuk menghindari kemungkinan tersebut maka peternak memutuskan untuk memilih lokasi peternakan yang cukup jauh dari permukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pembuatan kandang&lt;br /&gt;Ketika sudah terkumpul, surat izin usaha perdagangan sudah di peroleh dan lokasi yang tepat sudah ditentukan, ternyata kesulitan yang dialami peternak ayam daging belum habis, karena peternak harus membuat kandang yang tahan lama, higienis, dan memiliki sistem saluran air yang cukup baik, ini semua diperlukan agar kesehatan ternak ayam selalu bisa terjaga. Untuk mewujudkan semua itu tidak mudah. Karena tentu saja peternak tidak mempunyai keahlian untuk membuat bangunan, maka peternak meski memanggil ahli bangunan (tukang) untuk mengerjakannya dan ini akan menambah biaya pembuatan bangunan. Pengandangan yang baik dan sehat sangat menentukan kesehatan ayam yang akan diternakkan, ini salah satu langkah awal yang sangat menentukan dalam proses pemeliharaan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Permasalahan di masa yang akan datang&lt;br /&gt;Hal ini perlu direncanakan terlebih dahulu, kita perlu mempunyai kolega yang merupakan seorang pengumpul ayam daging dari kandang (mengambil langsung ke tempat peternak) yang kemudian nantinya akan menjual ke pedagang besar atau langsung mengencer ke pedagang ayam daging potong yang akan di pasar. Kolega ini sangat diperlukan karena jangan sampai suatu saat nanti jika ayam daging sudah siap panen tetapi tidak ada akses untuk memasarkannya. Hal ini akan sangat merugikan peternak, untuk itu diperlukan adanya suatu hubungan kerja sama antara peternak dengan pengumpul ayam daging tersebut dengan adanya hubungan kerja sama ini maka jika suatu saat nanti terjadi ayam dagingnya banyak sehingga memasarkannya sulit, jadi peternak tidak perlu susah-susah memutar otak untuk memasarkan ayam dagingnya karena ia sudah melakukan kerja sama dengan pedagang pengumpul ayam daging:&lt;br /&gt;Demikian hasil data yang saya peroleh ketika meneliti tentang kesulitan-kesulitan memulai usaha peternakan ayam daging.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6842468675210990912?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6842468675210990912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6842468675210990912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6842468675210990912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6842468675210990912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/permasalahan.html' title='permasalahan'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1747567780385067889</id><published>2008-12-02T06:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T06:47:29.158-08:00</updated><title type='text'>Kendala</title><content type='html'>Kendala Sebelum Memulai Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kurangnya Modal&lt;br /&gt;Modal erat kaitannya dengan masalah dimulainya suatu usaha, tanpa adanya modal maka usah nggak bisa berjalan, maka secara garis besar modal sangat diperlukan di dalam memulai usaha, masalahnya adalah dimana dan bagaimana memperoleh modal cepat dan nggak ribet. Yang terbayang di benak saya ketika melihat seorang teman saya membuka usaha dia hanya bermodal kan kepercayaan dan keberanian untuk berwirausaha, dengan rumah makannya ia mampu mempekerjakan 10 orang dengan asumsi 3 buah warung dapat menampung 3 sampai 4 orang pekerja. Jadi usaha adalah merupakan kendala no 1 yang harus dikedepankan.&lt;br /&gt;b. Kurangnya Pengalaman&lt;br /&gt;Sebelum sahabat saya memulai pekerjaan dia berkata kepada saya bahwa dia sebenarnya bukanlah orang yang paham tentang rumah makan namun karena kemauan dan kerja keras yang membuat saya mencoba untuk memutar balikkan waktu den alam semesta. Ya intinya pengalaman sangat perlu dan memang harus ada sebagai bahan informasi untuk mengedepankan kemampuan dalam berwirausaha.&lt;br /&gt;c. Tempat/lokasi usaha&lt;br /&gt;Sulit sekali menentukan tempat yang dianggap strategis untuk berjualan makanan karena sekarang mahasiswa  lebih suka makan di rumah, selain kendala itu tempat juga merupakan tentu atau tidaknya suatu usaha. Bagaimana mungkin tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi usaha ternyata sepi penghuni, kan merupakan suatu aset utama bagi seorang pedagang.&lt;br /&gt;d. Keterampilan yang dimiliki&lt;br /&gt;Keterampilan yang dimiliki haus disesuaikan dengan kemampuan untuk meminid usaha tersebut.&lt;br /&gt;Misalkan usaha jualan nasi itu tidak enak karena kita tidak pernah modal usaha. Dan mungkin kendala keterampilan dan yang lainnya merupakan unsur bahwa apa yang diramalkan oleh seorang tokoh politik dunia Roberto Adwin bahwa suatu keberhasilan adalah suatu mimpi yang terwujud melalui suatu kerja keras. Tanpa adanya kerja keras maka usah apapun tidak akan pernah berhasil, meskipun orang mengatakan lain kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kendala yang dapat saya ketahui dari memulai suatu usaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1747567780385067889?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1747567780385067889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1747567780385067889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1747567780385067889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1747567780385067889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/kendala.html' title='Kendala'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1567295170859996515</id><published>2008-12-02T06:45:00.001-08:00</published><updated>2008-12-02T06:46:39.353-08:00</updated><title type='text'>BBM</title><content type='html'>Akhirnya harga BBM dipastikan naik lagi. Kepastian naiknya harga BBM diumumkan Pemerintah melalui Menko Ekonomi Boediono setelah rapat terbatas di Kantor Presiden Senin (5/5) lalu. Menurut Presiden SBY sendiri, tahapan sekarang bukan lagi membahas harga BBM naik atau tidak, tetapi bagaimana imbas kenaikan BBM 20-30 persen terhadap berbagai komoditas, termasuk instrumen untuk melindungi rakyat miskin dan berpenghasilan rendah (Republika, 6/5/). Padahal sehari sebelumnya Presiden SBY sepakat untuk tidak terlalu cepat menaikkan harga BBM. Kebijakan menaikkan BBM adalah langkah terakhir (Kompas, 5/5).&lt;br /&gt;Faktanya, “langkah terakhir” inilah yang justru dengan cepat ditempuh oleh Pemerintah. Alasan utamanya, sebagaimana berkali-kali diungkap Pemerintah, adalah tekanan yang semakin berat terhadap APBN 2008 akibat terus membengkaknya anggaran subsidi BBM sebagai dampak langsung dari terus meroketnya harga BBM di pasaran internasional hingga nyaris menembus US$ 120 perbarel. &lt;br /&gt;Yang amat disesalkan, kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM akan diberlakukan justru di tengah-tengah jeritan masyarakat dari berbagai lapisan yang tengah menderita akibat himpitan ekonomi dan beban hidup yang semakin berat. Tidak jarang, bagi yang tipis iman, frustasi hingga bahkan diakhiri dengan aksi bunuh diri menjadi pilihan. Ini sudah banyak terjadi dan diekspos oleh banyak media akhir-akhir ini. &lt;br /&gt;Karena itu, apapun alasannya, kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM rata-rata 30% adalah kebijakan yang zalim karena akan semakin menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;Betulkah Tidak Ada Langkah Lain?&lt;br /&gt;Sebagaimana yang sudah-sudah, ketika krisis ekonomi terjadi, kebijakan menaikkan tarif kebutuhan pokok seperti BBM pada akhirnya selalu menjadi “langkah terakhir” yang menjadi favorit Pemerintah. Dengan menyebut kebijakan menaikkan BBM sebagai “langkah terakhir” Pemerintah seperti berupaya meyakinkan masyarakat, bahwa Pemerintah telah sungguh-sungguh menempuh cara-cara lain di luar “langkah terakhir” tersebut. Padahal jelas masih ada cara atau langkah lain yang bisa ditempuh untuk mengatasi krisis ekonomi ini. &lt;br /&gt;Jika kita memperhatikan struktur pengeluaran APBN, ada tiga kelompok besar yang secara seksama peranannya masing-masing dalam menjaga kesinambungan fiskal, yaitu: (1) pengeluaran Pemerintah pusat (investasi sektoral dan belanja rutin); (2) transfer ke pemerintah daerah dalam rangka desentralisasi fiskal; (3) pembayaran bunga dan cicilan pokok utang (luar negeri dan dalam negeri). &lt;br /&gt;Karena itu, secara teknis pun, setidaknya ada tiga cara/langkah lain sebelum Pemerintah menempuh langkah menaikkan harga BBM:&lt;br /&gt;Penghematan belanja rutin. Ini sudah dilakukan Pemerintah, yang memotong anggaran untuk kementerian dan lembaga sebagai kompensasi kenaikan subsidi yang berkaitan dengan BBM, termasuk subsidi listrik. Hendaknya penghematan ini juga dilakukan di seluruh daerah.&lt;br /&gt;Memanfaatkan dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI yang bunganya jelas menambah beban Pemerintah. Sepanjang tahun 2007 saja, menurut catatan Pemerintah, dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI mencapai sedikitnya Rp 146 triliun (Waspada Online, 27/8/07). Lebih dari itu, sepanjang tahun 2007, ternyata APBD kita rata-rata surplus cukup besar (Okezone.com, 6/5/08). Ini jelas bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi beban Pemerintah dan masyarakat. &lt;br /&gt;Penangguhan pembayaran utang luar negeri. Tahun 2008 ini cicilan pembayaran utang plus bunganya mencapai Rp 151,2 triliun (Beritasore.com, 25/11/2007). Penangguhan ini jelas akan membantu mengurangi beban berat APBN.&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Ekonom Dr. Hendri Saparini, Pemerintah bisa mengurangi anggaran subsidi bank rekap yang mencapai puluhan triliun rupiah. Langkah lainnya adalah memotong rantai broker (baik dalam ekspor maupun impor minyak oleh Pertamina) yang sangat merugikan. (al-Wa’ie, No. 92/April/2008).&lt;br /&gt;Akar Persoalan&lt;br /&gt;Jika kita cermati, kebijakan untuk menaikkan harga BBM sesungguhnya terkait dengan rencana lama Pemerintah untuk mengurangi secara bertahap—bahkan menghapus sama sekali—subsidi di bidang energi. Artinya, bisa dikatakan, kenaikan harga BBM di pasar internasional hanyalah “faktor kebetulan” saja, yang kemudian dijadikan momentum oleh Pemerintah. Pasalnya, penghapusan subsidi adalah konsekuensi logis dari penerapan sistem Kapitalisme. Dalam Kapitalisme, negara sama sekali tidak berkewajiban untuk menjamin kebutuhan publik seperti BBM, listrik, pendidikan atau kesehatan masyarakat. Seluruhnya diserahkan pada mekanisme hukum pasar. Hal ini diperparah sejak krisis yang menimpa Indonesia tahun 1997. Pemerintah Indonesia secara resmi meminta bantuan dan campur tangan IMF dan Bank Dunia dalam mengatasi krisis ekonomi dan moneter. Salah satu tuntutan IMF adalah agar Pemerintah menghapuskan subsidi yang sebelumnya digunakan untuk membantu masyarakat membeli BBM dan mengurangi tarif dasar listrik. IMF berdalih bahwa untuk mengurangi defisit anggaran belanja negara, salah satu cara yang harus dilakukan adalah mengurangi dan menghapuskan subsidi Pemerintah terhadap BBM dan TDL. &lt;br /&gt;Selain itu, yang tak kalah besar dampak buruknya bagi masyarakat, adalah kebijakan Pemerintah untuk melakukan liberalisasi ekonomi, khususnya di sektor energi. Liberalisasi sektor energi tidak hanya di sektor hulu (eksplorasi), tetapi juga di sektor hilir (distribusi dan pemasaran). Pemerintah lewat UU Migas berjanji untuk mengikis habis monopoli di Pertamina. Yang ditawarkan kemudian adalah membuka kesempatan bagi perusahaan swasta lain untuk ikut berkompetisi dalam distribusi dan pemasaran migas. Dengan alasan supaya kompetisi dalam distribusi dan pemasaran bisa ’adil’, lagi-lagi subsidi minyak harus dicabut. Sebab, jika masih ada minyak bersubsidi di pasaran, pemain asing enggan masuk. Ini setidaknya pernah ditegaskan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, ”Liberalisasi sektor hilir migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas…Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi Pemerintah. Sebab, kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk.” (Kompas, 14/5/03). &lt;br /&gt;Sepintas ide ini cukup menarik. Namun, ancaman di balik itu sungguh sangat mengerikan. Saat ini yang paling siap untuk berkompetisi adalah perusahaan-perusahaan multinasional. Karena mereka yang paling siap, maka merekalah yang akan merebut pangsa pasar distribusi dan pemasaran migas di Indonesia. &lt;br /&gt;Menurut Dirjen Migas Dept. ESDM, Iin Arifin Takhyan, saat ini terdapat 105 perusahaan yang sudah mendapat izin untuk bermain di sektor hilir migas, termasuk membuka stasiun pengisian BBM untuk umum (SPBU) (Trust, edisi 11/2004). Di antaranya adalah perusahaan migas raksasa seperti British Petrolium (Amerika-Inggris), Shell (Belanda), Petro China (RRC), Petronas (Malaysia), dan Chevron-Texaco (Amerika).&lt;br /&gt;Dikeluarkannya Undang-Undang Minyak dan Gas Nomor 22 Tahun 2001 bisa mengancam keamanan pasokan BBM di dalam negeri karena memperbolehkan perusahaan minyak yang menjadi kontraktor bagi hasil (KPS) di Indonesia untuk menjual sendiri minyaknya. Pasalnya, jika terjadi penurunan produksi di dalam negeri, bisa saja mereka tetap menjual minyak mereka ke luar negeri. Kilang-kilang Indonesia juga terancam tidak mendapatkan minyak mentah saat liberalisasi Migas dimulai tahun 2005. Alasannya, biaya produksi minyak di dalam negeri yang rata-rata 3 dolar AS dinilai terlalu mahal, sementara di luar negeri lebih rendah. &lt;br /&gt;Adapun di sektor hulu, di Indonesia saat ini ada 60 perusahaan kontraktor; 5 (lima) di antaranya masuk kategori super majors yaitu, Exxon Mobil, Chevron, Shell, Total Fina Elf, Bp Amoco Arco, dan Texaco; selebihnya masuk kategori majors yaitu, Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, Japex, dan perusahaan kontraktor independen. Dari 160 area kerja (working area) yang ada, super majors menguasai cadangan masing-masing minyak 70% dan gas 80%. Adapun yang termasuk kategori majors menguasai cadangan masing-masing, minyak sebesar 18% dan gas sebesar 15%. Perusahaan-perusahaan yang masuk kategori independen, menguasai minyak sebesar 12% dan gas 5%. &lt;br /&gt;Jumlah produksi Indonesia pertahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Produksi  Konsumsi Ekspor Impor&lt;br /&gt;2008 84,822,501.00 76,714,500.00 29,623,200.00 23,224,200.00&lt;br /&gt;2007 347,493,172.00 321,302,814.00 127,134,792.00 110,448,506.36&lt;br /&gt;2006 359,289,337.00 349,845,435.00 111,172,003.15 113,545,934.13&lt;br /&gt;2005 385,497,959.00 357,493,997.00 156,766,006.00 120,159,324.81&lt;br /&gt;2004 400,486,234.00 375,494,636.00 180,234,938.00 148,489,589.13&lt;br /&gt;2003 415,814,157.00 373,190,759.00 211,195,794.52 129,761,738.00&lt;br /&gt;2002 455,738,915.00 358,806,832.00 216,901,729.00 121,269,175.75&lt;br /&gt;2001 489,849,297.00 375,668,315.00 239,947,960.00 118,361,896.69&lt;br /&gt;2000 517,415,696.00 383,955,955.00 225,840,000.00 79,206,903.00&lt;br /&gt;Sumber data: http://dtwh2.esdm.go.id/dw2007/&lt;br /&gt;Solusi yang dapat diambil agar BBM tidak naik&lt;br /&gt;1 Penghematan belanja negara hingga 20 persen, mulai dari kantor kepresidenan, DPR, kementerian, dan lembaga negara lain. Dari sini minimal Rp 20 triliun bisa dihemat. &lt;br /&gt;2 Pembayaran angsuran utang harus dijadwalkan kembali, bahkan pembayaran bunga (riba) utang yang ternyata memakan porsi yang cukup besar tidak harus dibayar. Dalam APBN tahun 2008 ini cicilan pembayaran utang plus bunganya mencapai Rp 151,2 triliun (Beritasore.com, 25/11/2007). Renegosiasi pembayaran bunga dan atau pokok utang luar negeri harus dilakukan. Untuk membayar bunga saja sekitar Rp 94 triliun (lebih dari 10 miliar dolar AS). &lt;br /&gt;3 Memanfaatkan dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI yang bunganya jelas menambah beban Pemerintah. Sepanjang tahun 2007 saja, dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI mencapai sedikitnya Rp 146 triliun (Waspada Online, 27/8/07). Lebih dari itu, sepanjang tahun 2007, ternyata APBD kita rata-rata surplus cukup besar (Okezone.com, 6/5/08).&lt;br /&gt;4 Pajak progresif terhadap komoditas yang booming, seperti minyak, gas, batubara, tembaga, dan perkebunan. Tax rate-nya dinaikkan sejalan dengan naiknya harga. Jika tax rate atas minyak ditetapkan 50 persen, penerimaan pajak bisa naik minimal Rp 9 triliun. Bila 60 persen, naiknya Rp 15 triliun (Drajat Wibowo, (Republika, 7/5). &lt;br /&gt;5 Memangkas perantara yang ada dalam ekspor dan impor minyak. Perantara ini cuma calo, berbasis di Singapura, dan mengambil margin minimal 0,5-1,0 dolar AS per barel (Drajat Wibowo, (Republika, 7/5). &lt;br /&gt;6 Lindung nilai (hedging) harga minyak dapat menghemat sedikitnya Rp 55,2 triliun. Jika realisasi harga minyak 115 dolar AS per barel dan hedging beli di harga 95 dolar AS, terdapat selisih 20 dolar AS. Dengan mengalikan selisih 20 dolar AS terhadap konsumsi BBM 35,5 juta kiloliter, ada potensi penerimaan Rp 44,59 triliun (Sunarsip, (Republika, 7/5).&lt;br /&gt;7 Menekan besaran alpha (margin distribusi BBM) pendistribusian BBM bersubsidi ke Pertamina dari 9 persen menjadi 5 persen. Subsidi yang bisa dihemat dari penurunan alpha Rp 9,534 triliun (Agung Pri Rakhmanto, (Republika, 7/5).&lt;br /&gt;8 Pengembalian dana BLBI sebesar 225 triliun dari sejumlah konglomerat hitam.&lt;br /&gt;9 Pemerintah harus memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya alam (migas, emas, batubara, dan lainnya) yang sangat melimpah itu, yang hakikatnya adalah milik seluruh rakyat. Maka, sumber daya alam tersebut harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, bukan justru menjual atau menyerahkan pengelolaannya kepada swasta, baik asing maupun domestik. &lt;br /&gt;Akibat yang ditimbulkan dari kenaikkan harga BBM  tiada lain adalah menambah jumlah pengangguran, sekarang jumlah pengangguran bertambah sekitar 95.995 orang dengan angka kemiskinan naik sekitar 14,15 persen, inflasi dari 6,5 persen menjadi 12,2 persen. Dengan angka yang sangat tidak signifikan ini apakah Pemerintah menganggap berhasil dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)??? Dengan Rp 100.000,- perbulan yang kalau diakumulasikan berarti perhari sekitar Rp 3.000,- apakah dengan uang sebesar Rp 3.000,- perhari ini rakyat akan menjadi sejahtera, apakah rakyat akan makmur??? Dimana hati Pemerintah kita? Kebijakan menaikkan harga BBM sekali lagi adalah kebijakan yang sangat keliru, dan bahkan dapat dikatakan adalah kebijakan yang menzalimi rakyat. Penderitaan rakyat apakah telah sampai pada batas akhirnya? Jika kita melihat lebih jauh maka yang dilakukan Pemerintah itu sungguh tidak berpihak kepada rakyat tapi koorporasi asing. Karena dengan menaikkan harga BBM berarti kita telah menyumbangkan sebagian besar kekayaan alam kita untuk asing alasannya karena yang banyak memegang sumber daya migas kita adalah asing jadi ketika menaikkan harga BBM berarti sama dengan membantu mereka menjual minyak di negeri kita dengan harga yang mahal berarti Pemerintah dapat dikatakan orang yang telah dibodohi, karena mau menuruti perintah asing ketimbang memikirkan 220 juta penduduknya sendiri. presiden dan wapres merasa tidak bisa diturunkan karena dipilih langsung oleh rakyat, dan DPR diam. Teori check dan  balances hanyalah omong kosong.&lt;br /&gt;Akibat lain dari kenaikkan harga BBM : Ribuan buruh Jatim tuntut kenaikan UMR, empat fraksi DPRD Indramayu tolak BLT, seluruh jurusan terminal Surabaya mogok. Bank dunia menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil mereformasi anggaran dan mengarahkan ekonomi ke jalan yang benar (MetroTV, 26/5/08, pk 11.20)&lt;br /&gt;KOM: Ini tunjukan bahwa kenaikan BBM: (1) tidak pro rakyat, (2) intervensi Bank Dunia (BD). Hal ini dipertegas oleh pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsi yang mengatakan  kebijakan  pemerintah  menaikan BBM adalah  rekomendasi Bank Dunia (TVone, 26/5/08), (3) pemerintah telah menjadi budak asing.&lt;br /&gt;Ini adalah kutipan pernyataan wakil presiden kita &lt;br /&gt;Wapres JK meminta penerima BLT memberikan penjelasan kepada para demonstran bahwa kenaikan BBM lebih enak: “Tolong yang marah-marah  itu bilangin. Lebih enak begini (harga BBM naik dan  BLT dibagi) daripada BBM murah)” (KOMPAS, 25/5).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1567295170859996515?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1567295170859996515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1567295170859996515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1567295170859996515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1567295170859996515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/bbm.html' title='BBM'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6419383910667879909</id><published>2008-12-02T06:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T06:37:28.583-08:00</updated><title type='text'>Sarli</title><content type='html'>PAHLAWAN DAN GLOBALISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Nopember merupakan hari yang seharusnya di tiru oleh pemimpin negeri ini, dimana para pejuang kemerdekaan dengan gagah maju ke medan perang demi membela negara. Tak ada kata takut di benak mereka, yang bisa menghentikan para pejuang untuk maju ke medan perang hanyalah “kemenangan atau kematian”.&lt;br /&gt;Tapi sekarang penerus perjuangan itu kini telah pudar, sepertinya semangat perjuangan yang dulu pernah dicontohkan oleh para pejuang kemerdekaan dulu tidak membekas sedikit pun pada generasi muda dan para pemimpin kita. Arah perjuangan kini telah berubah menjadi 3600 ke arah yang lebih fanatik pada globalisasi.&lt;br /&gt;Di hari perjuangan ini sepertinya semangat generasi  muda untuk membangun bangsa ini kini telah rapuh, Reformasi seperti tidak memberi arti kepada generasi muda.&lt;br /&gt;The Lost Of Generation itulah yang terjadi di Indonesia, semangat generasi muda lebih cenderung ke arah yang negatif, bukan ke arah perubahan untuk membangun bangsa dan negaranya yang kian keropos.&lt;br /&gt;Di sana-sini banyak diberitakan tentang kenakalan remaja, terlibat pergaulan bebas, minuman keras, mengonsumsi obat-obatan terlarang, perkelahian antar pelajar dan antar mahasiswa pun tidak jarang kita dengar, hampir setiap saat selalu ada saja pelajar atau mahasiswa yang tauran. Sungguh aneh jika kita lihat, semangat yang sangat menggebu-gebu ketika para pahlawan mengangkat senjata mereka, semangat ketika Amien Rais menyuarakan Reformasi, dan semangat ketika Hasanudin HM menyuarakan untuk menjadi bangsa Indonesia bukan bangsa asing pun kini telah berubah.&lt;br /&gt;Hilangnya generasi muda yang tangguh ini tidak lepas dari beberapa segi; Pertama, lingkungan; Kedua, pola hidup; Ketiga, jiwa dan rasa kebersamaan yang telah luntur.&lt;br /&gt;Secara geris besar memang lingkunganlah yang berperan aktif untuk merubah generasi muda, tapi sekarang lingkungan pun sudah tercemar dengan globalisasi. Masyarakat khususnya generasi muda kini telah terjangkit virus berbahaya yakni globalisasi, globalisasi bukan hanya sekedar menyerang generasi muda saja tetapi telah menjalar ke birokrat-birokrat pemerintahan. Banyak sumber daya alam yang sepertinya digadaikan oleh penentu kebijakan di negeri ini seperti Sofyan Djalil yang sudah sembrono memprivatisasi BUMN.&lt;br /&gt;Indonesia terancam, dari beberapa segi kita sudah melihat betapa Indonesia kian terpuruk; pembalakan liar yang kian  merugikan negara miliaran Rupiah kini terjadi dimana-mana, keserakahan eksploitasi minyak dari koporasi yang secara legal menguras kekayaan alam kita. Sementara itu, pembagian keuntungan juga tidak seimbang, inilah hasil dari sebuah globalisasi.&lt;br /&gt;Globalisasi telah merenggut nyawa bangsa ini, bukan hanya generasi muda saja yang diracuni virus globalisasi tetapi negara ini pun telah  menjadi sarang tumbuh dan berkembangnya globalisasi. Indonesia kian terdikte ole asing, setiap keputusan yang diambil Indonesia selalu saja ada campur tangan asing, seperti masalah eksekusi mati Amrozi Cs yang dimotori oleh Australia, kasus Ahmadiah yang didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris. Negeri ini seperti milik asing saja, karena semua keputusan yang diambil bukan untuk rakyat tetapi untuk kepentingan asing dan sekutunya. Undang-undang yang dibuat untuk mensejahterakan asing bukan rakyat. Kian banyak undang-undang yang malah menyudutkan rakyat seperti UU Migas, UU Penanaman Modal dll, yang telah dimanfaatkan asing untuk mengeruk segala sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah bangsa yang telah lebih setengah abad merdeka, Indonesia seharusnya memiliki keberanian untuk melawan bangsa Imperialisme penjajah. Seperti yang telah dilakukan pemimpin (Iran) Ahmadinejad, (Bolivia) Evo Morales, (Ekuador) Mahmoud Correa, dan (Venezuela) Hugo Chavez yang dengan lantang berani menentang imperialisme ekonomi AS dan mengusir perusahaan multinasional (MNC) yang setiap saat menghisap SDA bangsa mereka.&lt;br /&gt;Kinilah saatnya kita bercermin pada keberanian para pahlawan yang telah rela mengorbankan segala harta dan jiwa mereka demi bangsa Indonesia, mereka sanggup gugur di medan tempur agar Indonesia tidak menjadi bangsa Asing.&lt;br /&gt;Di hari pahlawan ini, semoga semangat yang dulu pernah di miliki para pahlawan untuk mengusir asing kini merasuk ke jiwa generasi muda dan para pemimpin di negeri ini untuk sesegera mungkin mengusir imperialisme asing penjajah yang acap kali menyudutkan penduduk di negeri ini dengan keganasan globalisasi mereka. &lt;br /&gt;Dengan semangat pahlawan ini lah mari kita kibarkan bendera kemerdekaan dan menjadi bangsa yang mandiri tanpa bantuan asing yang sifatnya hanya penjajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6419383910667879909?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6419383910667879909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6419383910667879909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6419383910667879909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6419383910667879909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/sarli.html' title='Sarli'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5608413709037769142</id><published>2008-12-02T06:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T06:35:15.212-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/STVHkcrducI/AAAAAAAAADQ/egfIc3ZPYNA/s1600-h/DSC00824.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/STVHkcrducI/AAAAAAAAADQ/egfIc3ZPYNA/s200/DSC00824.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275201230033762754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; KRISIS MULTI DIMENSI DAN KRISIS PEMIMPIN&lt;br /&gt;(refleksi 100 Kebangkitan Nasional dan 10 Reformasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, yang mengalami lumpuh total akibat terserang penyakit kronis yang sukar disembuhkan sehingga sempat membuat negeri ini “koma”. Salah satunya yaitu krisis ekonomi moneter.&lt;br /&gt;Di tengah situasi perekonomian yang kontemporer saat ini, angka kejahatan semakin meningkat, sebagai salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi. Ironisnya lagi, seiring dengan krisis ekonomi tersebut, krisis moral pun juga ikut merajalela. Bahkan banyak orang yang tega yang menghilangkan nyawa saudaranya hanya karena sesuap nasi. Realita ini tidak bisa kita pungkiri.&lt;br /&gt;Negeri yang dulu pernah menjadi swasembada beras kini telah menjadi negeri yang kering dan tandus setelah menjadi negara Indonesia. Negeri yang dulu pernah menjadi pengekspor tenaga kerja profesional ke luar negeri kini telah menjadi negeri pengekspor buruh. Yang menjadi PR kita semua adalah, apakah pendidikan di Indonesia hanya mampu mencetak mental-mental buruh?&lt;br /&gt;Yang lebih memilukan lagi mental rakyat di negeri ini lebih senang menjadi buruh ketimbang menjadi pemilik usaha. Bukan hanya di luar negeri di dalam negeri pun penduduk pribumi ini tetap menjadi buruh.&lt;br /&gt;Kalau di hitung dari sabang sampai merauke kekayaan alam kita sangat melimpah ruah bahkan untuk PT freeport saja mampu untuk membangun AS yang lebih baik dari AS sekarang. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kemana semua kekayaan alam kita? Kenapa kita menjadi buruh? Kenapa rakyat Indonesia banyak yang miskin? Kenapa setiap tahunnya selalu ada saja peningkatan jumlah pengguguran padahal sumber laut kita melimpah, tambang kita banyak, dan serentetan kekayaan alam lainnya yang sampai saat ini dikeruk orang lain. Dimana kita saat kapal batu bara melintasi laut kalimantan? Dimana pemerintah kita saat kapal pengangkut emas di Papua mengangkut kekayaan alam miliki kita? Kenapa BBM kita naik padahal stok minyak mentah kita banyak? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang hingga saat ini tidak bisa dijawab oleh penguasa kita?&lt;br /&gt;Padahal di Gedung-gedung pemerintahan kita banyak sekali pejabat nya, mungkin kalau ditulis di kertas putih tentu tidak akan cukup kalau hanya 100 lembar kertas, bahkan untuk menulis nama-nama mereka saja mungkin tidak akan cukup dengan hanya satu pulpen saja. Tapi apa kerja mereka, mobil mewah, rumah mewah, makanan mewah, pakaian mewah, dan serba mewah lainnya yang kita berikan sepertinya tidak cukup untuk fasilitas mereka hingga mereka harus ‘merampok’ rakyat lagi dengan kekuasaan mereka (korupsi, suap-menyuap dan berbagai macam niputisme lainnya).&lt;br /&gt;Kalau kita berkaca dari Umar bin Khatab sebagai seorang pemimpin, dia sanggup merelakan anaknya menangis karena ingin membeli baju dari pada memakan uang yang bukan haknya. Umar lebih rela tinggal dibawah gubuk dari melihat rakyat yang tinggal dibawah gubuk padahal dia adalah seorang penguasa pada saat itu. Bahkan Umar sanggup mengangkat beras sendiri untuk memberi makan rakyatnya dan memasak nya dengan tangan nya sendiri.&lt;br /&gt;Inilah salah satu sosok pemimpin yang dirindukan rakyat hingga saat ini. Ketidak percayaan rakyat terhadap partai-partai politik sekarang sangat beralasan, sebabnya sudah 100 tahun hari kebangkitan nasional dan bahkan sudah 63 tahun kita merdeka ditambah lagi dengan 10 Reformasi, keadaan kita masih seperti ini bahkan lebih buruk dari yang dulu. Berarti pemilu yang sudah-sudah tidak menghasilkan apa-apa kecuali penderitaan rakyat, bahkan pemilu 2004 yang lalu yang telah mengantarkan SBY-JK menjadi seorang pemimpin yang dianggap sebagai pemilu yang paling demokratis pun sama saja hasilnya. Lalu mungkinkah kita akan berharap pada pemilu yang akan datang, sampai kapan kita akan berharap pada pemilu?&lt;br /&gt;Saatnya Indonesia melawan, bangkit untuk mandiri dan bersatu  melawan Imperialisme penjajah, menasionalisasikan semua aset-aset kita, mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampas. Sebagaimana yang telah di lakukan India dan Cina, India dan Cina bukan hanya menguasai ilmu dan teknologi tetapi sudah menguasai ilmu antariksa jangan ditanya apakah mereka mampu menguasai swasembada beras.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah bangsa yang telah lebih setengah abad merdeka, Indonesia sudah seharusnya menampakkan diri sebagai “macan” Asia. Lihatlah keberanian pemimpin dunia macam Evo Morales (Bolivia), Hugo Chavez (Venezuela), Rafael Correa (Ekuador), atau Mahmoud Ahmadinejad (Iran) yang dengan gagah berani menentang Imperialisme ekonomi AS dengan menasionalisasikan aset-aset strategisnya dan mengusir perusahaan multinasional yang menggerogoti SDM bangsa mereka. Wallahu a’alam bi ash-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5608413709037769142?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5608413709037769142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5608413709037769142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5608413709037769142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5608413709037769142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/12/krisis-multi-dimensi-dan-krisis.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/STVHkcrducI/AAAAAAAAADQ/egfIc3ZPYNA/s72-c/DSC00824.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6757256493968933926</id><published>2008-11-06T21:02:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T21:06:47.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRPMeHkanTI/AAAAAAAAADI/hsCxLd1sI_w/s1600-h/DSC00779.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRPMeHkanTI/AAAAAAAAADI/hsCxLd1sI_w/s400/DSC00779.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265777207126170930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;63 Tahun Hari Kemerdekaan RI Sama Dengan &lt;br /&gt;63 Tahun Penjajahan Terhadap Rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Pemurah telah berkenaan memberikan sebuah Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Namun, kini sebutan itu tak berlaku lagi. Indonesia yang dulunya kaya-raya telah berubah menjadi miskin. Kemiskinan ini terjadi dimana-mana. BANK Dunia menyebut angka lebih dari 100 juta orang Indonesia miskin. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan pokokpun kita harus mengimpor dari luar negeri. Dengan iklim tropis yang sangat menguntungkan, dan yang lebih penting lagi, telah dianugerahkannya lebih dari 90% jumlah penduduk muslim. Akan tetapi, ke mana hilangnya berkah dari Dienul Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu?&lt;br /&gt;Indonesia termasuk Negara yang mengalami kesulitan perekonomian akibat program utang luar negeri arahan IMF dan BANK Dunia yang mencapai 142 miliyar dolar AS melonjak dari 53 miliyar dolar AS tahun 1997. Sebelum krisis (Mei 1997), bahkan saat rakyat menghadapi krisis ekonomi pada pertengahan 1997, Pemerintah justru mengucurkan dana yang sangat besar kepada para konglomerat. Pemerintah  melalui Dewan Moneter memutuskan agar Bank Indonesia membantu likuiditas bank-bank yang kolaps karena krisis tersebut. Dikucurkanlah dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 144,5 triliun, ditambah Rp 14,447 triliun per 29 Januari 1999, sehingga totalnya menjadi Rp 158,9 triliun. Jumlah ini luar biasa besar sehingga negara harus meminta rakyat untuk memikul masalah bank-bank itu, hingga kini rakyat Indonesia masih diselimuti kemiskinan bahkan 14,8-15 persen angka kemiskinan Indonesia dengan jumlah pengangguran 95.995 orang lebih. &lt;br /&gt;Mantan Menteri Keuangan era Orde baru Fuad Bawazier mengatakan, 40 tahun lalu pendapatan perkapita penduduk Indonesia setara dengan negara-negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, bahkan Cina. Malah Indonesia memiliki kelebihan dalam hal sumberdaya alam. Kini negara-negara yang miskin kekayaan alam itu sudah jauh meninggalkan Indonesia. “Padahal kita lebih semuanya dari mereka. Jadi, kalau mereka semua mampu dalam kondisi yang baik maka seharusnya kita pun bisa.&lt;br /&gt;Indikasi bangkrutnya negeri ini mulai terlihat dari defisit APBN 2001 yang mencapai Rp 80 trilyun dan jatuh tempo utang luar negeri sebesar 2,8 milyar dolar AS Mei 2001. Sementara itu, pemerintah benar-benar tidak punya uang dan langkah penyelamatan digelar mulai dari ekstensifikasi pajak, penjualan aset yang ditahan BPPN hingga ke pencabutan subsidi BBM yang semua itu menyebabkan rakyat bertambah sengsara.&lt;br /&gt;Akhirnya, utang pun dibayar dengan cara meminjam lagi sehingga kita terjerat utang, sedangkan aliran dana yang menuju negara kapitalis semakin besar dan negara pengutang terjerat dalam proses pemiskinan terencana dan sistematis sehingga  mereka dapat mengeruk sumber daya alam kita sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;Utang luar negeri hakikatnya adalah penjajahan Barat yang dimodernisasi yang menghisap tenaga dan sumber daya alam kita yang kaya raya. Krisis utang ini membawa keruntuhan sistem ekonomi kita, kekacauan politik, kebobrokan moral budaya masyarakat karena pemerintah ditekan dan didikte pihak luar. Pencairan utang luar negeri selalu dikaitkan dengan perkara-perkara yang tidak ada hubungannya dengan ekonomi, seperti HAM, Demokrasi, Liberalisasi, dan sejenisnya yang merusak akidah dan akhlak di Negeri ini.&lt;br /&gt;Politik ekonomi yang dijalankan Barat untuk mendominasi kita merupakan ciri sistem ekonomi kapitalis berupa penjajahan dan eksploitasi karena mereka tidak mampu bertahan hidup tanpa penjajahan ekonomi ini. Imperialisme Barat terhadap negara-negara dunia ketiga ini semakin kuat dengan dilegalisasikannya peraturan ekonomi dan perdagangan internasional yang dirancang mereka melalui Mafia Berkeley yang bertengger dipemerintahan.&lt;br /&gt;Jelaslah kita kaum muslimin harus kembali ke sistem ekonomi Islam dengan menghilangkan ketergantungan terhadap uang dana luar negeri dengan cara membayar utang kita tanpa bunga karena bunga jelaslah haram hukumnya setelah itu memutuskan hubungan dengan IMF, BANK Dunia dan lembaga internasional lainnya yang menghisap negara ini, serta membuang jauh para Komprador (Mafia Berkeley)  asing di Pemerintahan kita. Wallahu a’lam bi ash-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6757256493968933926?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6757256493968933926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6757256493968933926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6757256493968933926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6757256493968933926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/11/indonesia.html' title='Indonesia'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRPMeHkanTI/AAAAAAAAADI/hsCxLd1sI_w/s72-c/DSC00779.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6194989855945975285</id><published>2008-11-04T05:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T05:08:35.168-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAHATANTIIMPERIALISME'/><title type='text'>HENDRA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRBIt1e1XsI/AAAAAAAAADA/IPrC4izYbRM/s1600-h/DSC00777.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRBIt1e1XsI/AAAAAAAAADA/IPrC4izYbRM/s400/DSC00777.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264787916683828930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6194989855945975285?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6194989855945975285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6194989855945975285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6194989855945975285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6194989855945975285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/11/hendra.html' title='HENDRA'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SRBIt1e1XsI/AAAAAAAAADA/IPrC4izYbRM/s72-c/DSC00777.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5328413950109406287</id><published>2008-11-03T05:53:00.001-08:00</published><updated>2008-11-03T05:59:46.180-08:00</updated><title type='text'>WahyuRiadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DtNVvLJI/AAAAAAAAACw/jYQONlCa1gE/s1600-h/DSC00778.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DtNVvLJI/AAAAAAAAACw/jYQONlCa1gE/s200/DSC00778.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264430564629228690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DanCcX3I/AAAAAAAAACo/ssAADm0C_20/s1600-h/DSC00785.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DanCcX3I/AAAAAAAAACo/ssAADm0C_20/s200/DSC00785.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264430245110112114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DOo4S3aI/AAAAAAAAACg/xrF-MltydNM/s1600-h/DSC00783.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DOo4S3aI/AAAAAAAAACg/xrF-MltydNM/s200/DSC00783.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264430039445986722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DB3-DIGI/AAAAAAAAACY/LUNnYjQ9SkY/s1600-h/DSC00782.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DB3-DIGI/AAAAAAAAACY/LUNnYjQ9SkY/s200/DSC00782.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264429820158353506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto aksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5328413950109406287?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5328413950109406287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5328413950109406287' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5328413950109406287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5328413950109406287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/11/wahyuriadi.html' title='WahyuRiadi'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ8DtNVvLJI/AAAAAAAAACw/jYQONlCa1gE/s72-c/DSC00778.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-8702231384365816796</id><published>2008-11-03T05:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T05:43:35.470-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>wahyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7_0dNvXKI/AAAAAAAAACQ/mbrrIBAiRN4/s1600-h/deathnote.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7_0dNvXKI/AAAAAAAAACQ/mbrrIBAiRN4/s200/deathnote.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264426291103227042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk Maju lebih depan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-8702231384365816796?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/8702231384365816796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=8702231384365816796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8702231384365816796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/8702231384365816796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/11/wahyu.html' title='wahyu'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7_0dNvXKI/AAAAAAAAACQ/mbrrIBAiRN4/s72-c/deathnote.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1248581377040755975</id><published>2008-11-03T05:35:00.001-08:00</published><updated>2008-11-03T05:38:23.688-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7-rGLiKZI/AAAAAAAAACI/YzM9E-O1PsA/s1600-h/23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7-rGLiKZI/AAAAAAAAACI/YzM9E-O1PsA/s320/23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264425030789507474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini untuk mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1248581377040755975?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1248581377040755975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1248581377040755975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1248581377040755975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1248581377040755975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/11/ini-untuk-mu.html' title=''/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2Ri9exKYRM0/SQ7-rGLiKZI/AAAAAAAAACI/YzM9E-O1PsA/s72-c/23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4878546240140131844</id><published>2008-10-23T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T22:24:56.041-07:00</updated><title type='text'>MENCEGAH BUDAYA KORUPSI</title><content type='html'>MENCEGAH BUDAYA KORUPSI&lt;br /&gt;Indonesia memang ‘surga’ para koruptor. Entah mengapa, tindakan haram korupsi seolah-olah telah menjadi ‘kebiasaan’ sebagian pejabat kita. Koruptor sudah merajalela. Menurut Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Syamsa Ardisasmita, berbeda dengan penanganan kasus korupsi sebelumnya pada tahun 1999-2004, kasus korupsi lebih banyak terjadi di DPRD. Tercatat ada 23 kasus korupsi di KPK yang melibatkan anggota DPRD di berbagai provinsi.&lt;br /&gt;Lebih mengerikan lagi, aparat penegak hukum, yang seharusnya menjadi ‘pemburu’ koruptor, justru menjadi ‘backing’ koruptor. Terbukti terungkapnya kasus Kejaksaan Agung dengan Artalyta.&lt;br /&gt;Yang lebih mengerikan lagi sekarang korupsi di lakukan secara ber jamaah, dan telah merambat di setiap bidang pemerintahan mulai dari Aparat Keamanan melalui kasus suap-menyuap dan kasus tilang yang uangnya hanya masuk kantong para aparat keamanan setempat, Aparat Hukum, Ranah Pemerintahan yang menjadi tempat nomor satu merajalelanya kasus korupsi, bahkan kini sudah merambat hingga dunia Pendidikan yang dilakukan oleh birokratnya sampai para pendidik yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi anak-anak bangsa ini.&lt;br /&gt;Korupsi tidak jauh beda dengan kasus penipuan dan perampasan secara paksa hanya saja bahasa lebih keren karena di lakukan oleh kalangan ‘berdasi’ dan kalangan ‘intelektual’. Sekarang lewat pemerintahan SBY-JK kasus korupsi seakan-akan di tangani dengan serius, rakyat pun terpedaya. &lt;br /&gt;Penanganan kasus korupsi sangat berbeda dengan kasus-kasus yang lainnya meskipun di depan mata kita aparat kelihatan tegas padahal tidak jarang dari para terpidana kasus korupsi yang mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari pada kasus-kasus yang lainnya bahkan mendapatkan bantuan hukum, meskipun kasus yang dia lakukan sudah sangat jelas di mata publik. Maka oleh sebab itulah kasus korupsi tidak pernah kunjung tuntas di negeri ini. Meski pun KPK berusaha dengan keras agar di setiap sudut kota di negeri ini di tuliskan Awas Bahaya Laten Korupsi, tidak akan pernah menghentikan korupsi.&lt;br /&gt;Jika dilihat lebih dalam, ada dua hal yang mendasari terjadi nya korupsi. Pertama, mental aparat yang bobrok dikarenakan tidak adanya iman Islam di dalam tubuh aparat. Jika seorang aparat telah memahami betul perbuatan korupsi itu haram maka kesadaran inilah yang akan menjadi self control bagi setiap individu untuk tidak berbuat melanggar hukum Allah. Sebab, melanggar hukum Allah, taruhannya sangat besar: Azab neraka.&lt;br /&gt;Kedua: kerusakan sistem politik dan pemerintahannya. Kerusakan sistem inilah yang memberi banyak peluang kepada aparatur Pemerintah maupun rakyatnya untuk ‘beramai-ramai’ melakukan korupsi. Peraturan undang-undang korupsi yang ada justru di indikasi ‘mempermudah’ timbulnya budaya korupsi karena hanya menguntungkan kroni penguasa.&lt;br /&gt;Mahalnya biaya politik ‘Kampanye’ ini memicu para gubernur, bupati, walikota bahkan bisa jadi presiden akan bekerja keras untuk ‘mengembalikan’ modal politiknya yang selama kampanye telah dikeluarkan. Bukan hanya modalnya, ‘keuntungan pun’ tentu akan di buru juga. Jika sudah demikian, para pejabat publik secara umum akan sangat kecil kemungkinannya memikirkan kesejahteraan rakyat. Mereka hanya akan memikirkan bagaimana mengembalikan modal dan keuntungan politik berikut modal tambahan untuk maju ke pentas pemilihan kepala daerah ataupun presiden berikutnya.&lt;br /&gt;Jadi tidak salah jika ada yang mengatakan sistem politik dan pemerintahan yang ada saat ini memang telah memacu percepatan terjadinya korupsi.&lt;br /&gt;Lalu apakah kita akan percaya dengan pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 ini, mampukah pemilu nanti menghasilkan Pemimpin-pemimpin sejati seperti yang diharapkan yang akan membawa rakyat Indonesia kearah yang lebih baik. Jawab nya tidak. Pemilu hanya akan menghasilkan para koruptor yang tidak berperikemanusiaan, inilah dunia Demokrasi yang hanya akan  membuat hukum menjadi mandul dan aparat yang bermental lemah.&lt;br /&gt;Bukankah sudah terlihat begitu nyata, bahwa kerusakan telah merajalela dalam sistem dan orang (pejabat negara)? Kerusakan inilah yang kemudian memacu terjadinya korupsi, yang berujung pada kesengsaraan rakyat. Jika sistem dan orangnya saat ini telah terbukti menyengsarakan rakyat, apakah kita akan membiarkan sistem dan orangnya tetap memimpin negeri ini? Bukankah sudah saatnya kita menggantinya dengan sistem dan orang yang baik, sistem Islam dalam bingkai Pemerintahan Islam serta orang-orang yang berkepribadian Islami yang senantiasa memegang amanah? Bukankah saatnya Indonesia kita berubah menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Untuk menghentikan Budaya Korupsi di perlukan sistem Islam bukan keberanian. Oleh sebab itu, langkah paling awal, seluruh konsepsi syariah yang dibutuhkan untuk mewujudkan kebangkitan akidah, sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem pendidikan, sanksi hukum, hukum pembuktian, politik luar negeri, dan sebagainya harus dirumuskan dan disiapkan dengan  matang dan mendalam.&lt;br /&gt;Ketika konsepsi syariah itu telah siap, agar umat berhasil dihimpun berlandaskan konsepsi itu, maka harus ada orang-orang yang secara terorganisasi melakukan kontak dinamis dengan umat untuk mensosialisasikan fikrah (konsepsi syariah) kepada mereka.&lt;br /&gt;Momentum sekarang ini sangat pas kita jadikan momentum untuk membulatkan tekad guna berjuang sekuat tenaga mewujudkan kebangkitan umat Islam. hanya satu jalan untuk itu, yaitu dengan mengemban dan menerapkan akidah Islam dan sistem yang terpancar darinya dalam bingkai Pemerintahan Islam. Umat Islam khususnya dan umat manusia sedunia umumnya sejatinya tengah menunggu peran kita. Wallahu a’lam bi ashshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4878546240140131844?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4878546240140131844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4878546240140131844' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4878546240140131844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4878546240140131844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/mencegah-budaya-korupsi.html' title='MENCEGAH BUDAYA KORUPSI'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-1107507645825291564</id><published>2008-10-21T07:15:00.001-07:00</published><updated>2008-10-21T07:15:56.633-07:00</updated><title type='text'>Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah</title><content type='html'>Indonesia, Negeri Yang Selalu Kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, Reformasi, Globalisasi, Swastanisasi, Privatisasi selalu saja dikaitkan dengan masalah bangsa ini, padahal tidak ada kaitannya sama sekali antara demokrasi dengan kemiskinan, globalisasi dan lain sebagainya. Yang menjadi titik pangkal dari masalah bangsa ini bukanlah karena bangsa ini tidak demokrasi dan lain sebagainya, padahal justru sebaliknya demokrasi lah yang membuka lubang persoalan bangsa ini.&lt;br /&gt;Masalah utama negeri utopia ini bukanlah karena tidak diterapkannya sistem demokrasi dan reformasi atau tidak adanya globalisasi serta tidak ada swastanisasi,  hal-hal yang disebut di atas sebenarnya bukan masalah terpenting, justru dengan adanya sistem-sistem sekuler di ataslah bangsa ini menjadi bangsa yang tertinggal, menjadi bangsa yang kerdil yang hanya bisa menghamba kepada barat. Sehingga bangsa ini menjadi negara yang ter korup sedunia. Dengan korupsi yang memakan sampai 30% dari anggaran total negara (apakah ini termasuk semua "markup biaya" dan gaji-gaji pegawai negeri yang tidak-produktif), dan alokasi anggaran negara untuk pendidikan yang kurang dari….? &lt;br /&gt;Di negara kaya, seperti Indonesia, pendidikan sampai tamat sekolah menengah seharusnya gratis (biayanya dari pemerintah). Pendidikan adalah hal yang paling penting di negara yang sedang berkembang. Kalau sumber alam di kelola dengan baik, dan dengan tanah yang subur di mana-mana, seharusnya negara ini termasuk yang paling kaya di Asia Tenggara. Tetapi kalau kita melihat hal pendidikan, masyarakat terus meminta beasiswa dan biaya pendidikan seperti pengemis di pinggir jalan. &lt;br /&gt;Pada waktu tahun 70an sampai 80an keadaan pendidikan di Indonesia dan Malaysia tidak begitu berbeda dan beberapa guru dari Indonesia dibawa ke Malaysia untuk membantu. Sekarang pendidikan di Malaysia termasuk yang paling baik di dunia, tetapi Indonesia tidak maju dan sekarang biaya pendidikan yang bermutu rendah saja sudah mulai menjadi di luar jangkauan kebanyakan masyarakat di Indonesia. Ditambah lagi mutu pendidikan sangat tertinggal, di negara-negara ASEAN saja mutu pendidikan Indonesia sudah jauh tertinggal bahkan berada di urutan terakhir setelah Vietnam, padahal kalau kita lihat Vietnam hanyalah sebuah negara kecil yang baru merdeka jauh sebelum Indonesia merdeka. Tetapi justru negara yang sempat dikatakan sebagai macan Asia ini menjadi negara yang miskin, bahkan Husian Matla dalam bukunya Antara Ekonomi Budak dan Ekonomi Orang Merdeka mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai negara yang miskin yang membiayai negara yang jompo.&lt;br /&gt;Hal itulah yang terjadi sekarang, kekayaan alam bangsa ini terus saja dirampok oleh bangsa asing dengan sangat leluasa nya, penguasa kita hanya berdiam diri dan bahkan membiarkan Ibu Pertiwi ini di Perkosa oleh bangsa asing (dicuri sumber daya alamnya). Dan yang lebih aneh lagi munculnya undang-undang yang seakan-akan membantu asing untuk merampok kekayaan alam ini seperti undang-undang Penanaman Modal, undang-undang  Migas, undang-undang sumber daya alam, undang-undang Kelistrikan dan lain sebagainya, serta memprivatisasi BUMN.&lt;br /&gt;Kita dapat membahas soal-soal yang lain tetapi kita tidak dapat berharap akan ada kemajuan yang signifikan sampai pendidikan mendapat alokasi paling sedikit 25% dari anggaran negara.&lt;br /&gt;Penderitaan rakyat ini sudah cukup banyak mulai dari masalah kelaparan sampai  masalah tidak adanya jaminan kesejahteraan (pendidikan mahal, biaya kesehatan yang mahal, bahan pokok mahal serta keamanan yang seakan-akan hanya milik orang yang kaya dan konglomerat saja). Negara ini seperti negara yang tak ber penghuni, setiap saat dirampok asing tetapi sepertinya tidak ada tanggapan dari penduduk bangsa ini.&lt;br /&gt;Kenyataan yang ironis, kaum miskin tetaplah miskin, pendidikan tetaplah hanya untuk orang-orang yang kaya, kaum miskin cukuplah hanya isapan jempol. Akses kesehatan hanya dinikmati orang kaya. Dan orang miskin selalu "dilarang sekolah" dan "dilarang sakit".&lt;br /&gt;Sampai kapan semua ini akan berakhir? Yang lain sudah maju sedangkan kita bukannya berjalan di tempat tetapi malah jalan mundur, demokrasi dan reformasi yang dijanjikan hanya kebohongan belaka, sampai saat ini sudah 10 tahun reformasi, negara ini bukannya berjalan maju tetapi malah berjalan mundur. Yang dulunya mengekspor beras ke negara Vietnam kini justru malah mengimpor beras dari negara Vietnam. Apakah Kerajaan Majapahit yang dulu pernah menjadi swasembada beras kini setelah menjadi negara Indonesia telah hilang kesuburannya, dan apakah Sam yang dulu tandus kini setelah menjadi negara Vietnam menjadi subur.&lt;br /&gt;Hingga saat ini krisis di segala segi masih mencengkram negeri kita. Ia seolah penyakit kronis yang sukar disembuhkan sehingga sempat membuat negeri ini “koma”. Salah satunya yaitu krisis ekonomi moneter.&lt;br /&gt;Di tengah situasi perekonomian yang kontemporer saat ini, angka kejahatan semakin meningkat, sebagai salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi. Ironisnya lagi, seiring dengan krisis ekonomi tersebut, krisis moral pun juga ikut merajalela. Bahkan banyak orang yang tega yang menghilangkan nyawa saudaranya hanya karena sesuap nasi. Realita ini tidak bisa kita pungkiri.&lt;br /&gt;10 tahun sudah kebohongan reformasi telah menyelimuti kita semua, serta telah berpuluh-puluh tahun sudah demokrasi telah membuka lebar lubang penderitaan rakyat bangsa ini. Tidakkah kita mencoba menengok sistem yang dulu pernah berjaya berabad-abad, yang telah terbukti menghasilkan ilmuan-ilmuan handal seperti Ibnu Sina dan lain-lain. Yang telah mampu mensejahterakan 2 per 3 bagian bumi ini, dan yang telah melerai peperangan di muka bumi.&lt;br /&gt;Hanya dengan menerapkan aturan Islamlah bangsa ini akan berjaya, tanpa itu semua negara ini akan selalu menjadi bahan olok-olokan bangsa di dunia. Dan berjuta-juta rakyatnya akan selalu menjadi penghamba. Sudah saatnyalah kita semua meninggalkan kebohongan ini, yang terus saja telah menghisap darah serta menggerogoti kulit-kulit rakyat bangsa ini. Setiap undang-undang yang dibuat oleh penguasa selalu saja tidak berpihak kepada rakyat tetapi justru berpihak kepada penguasa dan pengusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-1107507645825291564?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/1107507645825291564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=1107507645825291564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1107507645825291564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/1107507645825291564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/indonesia-negeri-yang-selalu-kalah.html' title='Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-285107869437136011</id><published>2008-10-21T07:14:00.001-07:00</published><updated>2008-10-21T07:14:58.445-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Mahasiswa Di Era Reformasi</title><content type='html'>REVOLUSI MAHASISWA DI ERA REFORMASI&lt;br /&gt;Munculnya opini saat nya yang muda yang memimpin di akhir-akhir ini  telah membuat mahasiswa banyak yang terlena akan janji-janji palsu itu. Selegon-selogan itu sering kali dikeluarkan oleh elit politik (parpol) untuk menarik minat mahasiswa. Sehingga mahasiswa pun larut dalam janji-janji itu.&lt;br /&gt;Benarkah yang muda yang harus memimpin? Siapapun yang menjadi pemimpin negeri ini tidak akan pernah membawa perubahan yang lebih baik, walaupun yang muda sekalipun karena persoalan bangsa ini bukan persoalan personil tetapi sistem yang mengatur roda pemerintahan ini. Sistem kapitalis sekuler yang dengan ganas telah merusak tatanan kehidupan bangsa ini sehingga rakyat nya sudah tak mampu lagi berpikir  tentang hidup, alam semesta dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Kalau manusia ingin bangkit maka harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain yakni Islam sebagai ‘mabda’ idiologi.&lt;br /&gt;Hingga saat ini krisis di segala segi masih mencengkram negeri kita. Ia seolah penyakit kronis yang sukar disembuhkan sehingga sempat membuat negeri ini “koma”. Salah satunya yaitu krisis ekonomi moneter yang dalam bahasa ngetrennya biasa kita sebut “krismon”.&lt;br /&gt;Di tengah situasi perekonomian yang kontemporer saat ini, angka kejahatan semakin meningkat, sebagai salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi. Ironisnya lagi, seiring dengan krisis ekonomi tersebut, krisis moral juga ikut merajalela. Bahkan banyak orang yang tega yang menghilangkan nyawa saudaranya hanya karena sesuap nasi. Realita ini tidak bisa kita pungkiri.&lt;br /&gt;Lalu siapa yang akan membawa perubahan itu? Perubahan yang lebih baik untuk bangsa kita tercinta ini, apakah yang muda ataukah mahasiswa?&lt;br /&gt;Mahasiswa UI rela mati saat menentang kenaikkan harga BBM, mahasiswa Trisakti, Semanggi 1, Semanggi 2, dan sejuta mahasiswa lainnya yang telah rela mengorbankan segalanya demi membela rakyat. Lalu mana yang muda?&lt;br /&gt;Suara siapa yang masih bergema diantara hujan deras, di panasnya terik matahari, suara siapa yang masih bergema diantara sempitnya jalan perkotaan, suara siapa yang bergema ketika semau orang terluka, ketika semua orang sudah tidak mementingkan sanak saudaranya. Mahasiswalah yang telah menjadi pelopor perubahan itu. Kinilah saatnya mahasiswa berevolusi untuk memimpin perubahan ini bukan yang muda, kalimat yang muda hanya kalimat yang meracuni ribuan dan bahkan jutaan mahasiswa di Indonesia, kalimat yang hanya membubuhkan janji-janji palsu untuk mencari dukungan di kalangan mahasiswa.&lt;br /&gt;Saatnyalah mahasiswa yang memimpin negeri ini, tingkat pendidikan bukan suatu jaminan untuk membawa bangsa ini lebih maju, presiden kedua kita saja hanya lulusan SD saja tetapi mampu memimpin negeri ini selama kurang lebih 35 tahun. &lt;br /&gt;Kontribusi yang diberikan para pemimpin kita saat ini untuk bangsa selain meninggalkan luka bagi rakyat yang selama 63 tahun masih dalam keadaan terjajah. Belanda telah berakhir, Jepang pun memang telah berakhir tetapi IMF, BANK Dunia dan sederet lembaga luar negeri lainnya yang telah menjajah anak bangsa ini.&lt;br /&gt;Negeri yang kaya raya seharusnya menjadikan anak bangsa ini cerdas, rakyatnya sejahtera, pembangunan dimana-mana, keadilan, kesehatan, dan keamanan setiap orang terjamin tanpa memandang status, harkat dan martabatnya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya anak bangsa ini terancam kebodohan dan kemiskinan, ditambah lagi sederet penderitaan yang lain seperti kesehatan rakyat miskin yang tergadai kan seakan-akan yang miskin dilarang sakit. Orang miskin seperti tidak layak hidup dimuka bumi ini, pendidikan, kesehatan, keamanan dan kesejahteraan mereka seperti tidak berarti dimana pemerintah. Mana tanggung jawab mereka terhadap rakyat?&lt;br /&gt;Pemilu 2009 tidak lebih hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang korup penghisap darah rakyat. Sejuta fenomena telah terjadi, tinggal menunggu siapa yang akan menjadi agent of change itu. &lt;br /&gt;Kapitalis sekuler telah meracuni kehidupan bangsa ini ditambah lagi kebohongan para penguasa kita yang telah menjadikan rakyat semakin terjajah. Apakah kita semua akan tetap bertahan dalam keadaan seperti ataukah kita akan beranjak dari lumpur penderitaan ini, hanya ada satu pilihan yakni Islam, dan mahasiswa sebagai pelopor nya, sebagai penggerak perubahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-285107869437136011?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/285107869437136011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=285107869437136011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/285107869437136011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/285107869437136011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/revolusi-mahasiswa-di-era-reformasi.html' title='Revolusi Mahasiswa Di Era Reformasi'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6259952553748054835</id><published>2008-10-21T07:13:00.001-07:00</published><updated>2008-10-21T07:13:53.674-07:00</updated><title type='text'>Mencari Pemimpin Sejati</title><content type='html'>Mencari Pemimpin Sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pemilu 2009 akan menghasilkan pemimpin sejati?? Dunia ini sempit untuk mencari pemimpin-pemimpin sejati, pemimpin yang rela menjadi pelayan bagi rakyatnya, pemimpin yang telah  merelakan semua harta dan nyawanya demi kesejahteraan rakyatnya.&lt;br /&gt;Indonesia saat ini bukan hanya mengalami krisis ekonomi tetapi juga mengalami krisis pemimpin. Indonesia sudah 63 tahun merdeka tapi keadaan rakyatnya sama sekali tidak terlihat tanda-tanda orang merdeka. Pembangunan memang tersebar dimana-mana, gedung-gedung bertingkat pun hampir selalu menghiasi kota-kota besar di Indonesia, proyek-proyek atas nama pembangunan dan demi kesejahteraan rakyat pun di gelar dimana-mana. Tapi di bawah gedung pencakar langit itu dibawah gedung-gedung bertingkat  ada jutaan rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sampah.&lt;br /&gt;Negeri ini pun tidak salah jika disebut sebagai negeri pemulung, karena hampir di setiap pulau di negeri ini mempunyai puluhan bahkan ratusan pemulung.&lt;br /&gt;Di Kalsel tidak usah ditanya lagi entah berapa banyak pengaih rezeki dengan bergulat di lumpur sampah. Tapi entah kenapa, semua itu seakan-akan sudah menjadi takdir mereka yang sudah tidak bisa dirubah lagi, bahkan yang paling unik lagi, ini sudah menjadi pekerjaan turunan yang tidak bisa dihentikan.&lt;br /&gt;Jangankan pemimpin negeri (President) ini pemimpin Kalsel ini pun sepertinya hidup tak bernyawa, mereka seakan-akan mati rasa. Tidak bisa melihat penderitaan rakyat Kalsel yang setiap hari harus menghirup debu-debu batu bara.&lt;br /&gt;Dan yang paling mengherankan Kalsel yang dikatakan sebagai kota Ibadah ini pun pada bulan Ramadhan masih membolehkan (dilegalkannya) tempat-tempat Hiburan Malam. Pada hal Kalsel mayoritas Islam tapi kenyataannya itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;Sepertinya pemimpin di negeri ini hanya akan bekerja jika di bayar, bahkan ada yang sudah di bayar tapi tidak bekerja. Tidak sedikit seperti ini mulai dari Birokratnya hingga yang paling bawah sekalipun, bahkan tidak jarang ada Guru bahkan Dosen yang tidak mengajar. Padahal mereka hidupnya dibiayai oleh pemulung, buruh, petani dan rakyat miskin lainnya. Tidak malukah mereka telah memakan uang yang bukan hak mereka, padahal anak-anak rakyat kecil ini hidup dalam derita bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan banyak anak-anak mereka yang hanya bisa meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai pencari barang-barang bekas dan lain-lainnya. Tetapi justru anak-anak Birokrat pemerintahan, Dosen, Aparat Keamanan, dan mereka yang di gaji oleh buruh malah menghambur-hamburkan uang mereka demi membelikan anak-anak mereka mobil, kendaraan, baju bagus, bahkan memakan-makanan yang mewah, minimal tercukupi gizinya, tapi tidak kah mereka melihat orang-orang yang membiayai mereka hidup, hanya hidup pas-pasan, pas hujan mereka basah, pas musim banjir mereka kebanjiran, pas digusur mereka kebingungan.&lt;br /&gt;Lalu apakah ada pemimpin yang seperti Umar, Abu Bakar, Ustman, Ali. Disaat anak Umar minta belikan baju kepada nya, apakah Umar memberinya, apakah ketika anak Abu Bakar pesta minuman keras Abu Bakar tidak menghukumnya? Lalu apakah ada di negeri ini seorang pemimpin yang sanggup membunuh anak kesayangannya yang berpesta minuman keras demi tegaknya hukum di negerinya. Jangankan pemimpinnya penegak hukumnya pun tidak sanggup berbuat seperti apa yang telah dilakukan Abu Bakar terhadap anaknya. Lalu  di mana seorang pemimpin menggendong sekarung gandum demi rakyatnya. Jangankan untuk menggendong sekarung gandum untuk berjalan saja SBY harus membawa puluhan pengawal, pada hal dia berkunjung di tempat rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;Pemimpin sejati hanya akan ada dalam Islam, hanya dengan menerapkan Islam secara Kaffahlah pemimpin-pemimpin seperti itu akan ditemukan, sedangkan 2009 hanya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang Koruptor dan Diktator.&lt;br /&gt;Sudah saatnyalah kita semua terbebas dari ke Diktatoran ini, saatnya bangkit untuk mandiri, dan bersama-sama menerapkan Syariat Islam demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Karena pemilu sepertinya tidak mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin unggul yang amanah untuk memimpin negeri ini, fakta telah bicara pemilu bukan hanya sekali saja di gelar di negeri ini tapi sudah beberapa kali dan hasilnya rakyat kecillah yang menderita. Mereka berlomba-lomba untuk maju ke kursi pemerintahan bukan untuk mengangkat derajat rakyat yang tertindas tetapi untuk mensejahterakan mereka dan partainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6259952553748054835?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6259952553748054835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6259952553748054835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6259952553748054835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6259952553748054835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/mencari-pemimpin-sejati.html' title='Mencari Pemimpin Sejati'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-7620920518425421316</id><published>2008-10-21T07:12:00.001-07:00</published><updated>2008-10-21T07:12:50.441-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Indonesia Yang Lebih Baik</title><content type='html'>MENJADI INDONESIA YANG LEBIH BAIK&lt;br /&gt;Sepertinya semua teori yang telah diajarkan oleh Marshal dan kawan-kawannya dalam ekonomi modern tidak berlaku lagi, ekonomi Barat yang berbasis pada riba banyak menggunakan konsep ekonomi klasik warisan Adam Smith yang sangat menekan bunga. Dalam pandangan ini, agar uang yang ditabung penduduk mengalir ke para pengusaha dan pedagang yang membutuhkan modal untuk bisnisnya maka harus ada bank. Bank adalah jembatan untuk menabung dan pebisnis. Kesuksesan negara tergantung pada keseimbangan aliran ini. Dan untuk menjaga keseimbangan ini, sepenuhnya tergantung pada satu hal: bunga.&lt;br /&gt;Hanya saja, kalau kebijakan ini kebablasan, maka akan menimbulkan ketidak seimbangan lain. Saat ekonomi sudah pulih tapi suku bunga masih tetap tinggi, maka akan banyak perusahaan yang gulung tikar dan terjadi banyak PHK sehingga banyak pengangguran. Kondisi ini akan membuat lesu perekonomian karena rakyat daya belinya rendah. Terjadi penyimpangan: dari “normal” menuju “terlalu kering”.&lt;br /&gt;Fakta bahwa manusia punya keterbatasan juga menjadi bukti bahwa: hukum kestabilan supply-demand dan adanya “tangan gaib” (the invisible hand) serta hukum Say supply creates its own demand (penawaran menciptakan permintaan terhadapnya secara otomatis) – bertentangan dengan kenyataan hidup manusia.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, hasil dari ekonomi ribawi ini adalah: 1. Krisis sosial. 2. Kesenjangan sosial. Sedangkan bentuk negara yang dihasilkan: Negara Perusahaan. Bentuk pemerintahannya: Diktator Perusahaan Besar. Kepala negaranya: Konglomerat. Peran negara yang hanya sebagai wasit semakin mengukuhkan “kediktatoran” ini.&lt;br /&gt;Bila riba dilarang, di satu sisi langsung ratusan triliun dari APBN bisa di hemat, jadi pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM lagi. Maka oleh sebab itu perlu adanya konsep ekonomi yang jelas dan menyeluruh yakni syariah. Kebijakan ekonomi syariah, dengan asas ekonomi bertumpu pada distribusi, bukan semata-mata pertumbuhan, baru dapat diterapkan kalau memang ada keberanian yang rasional untuk itu. Harus diingat, bahwa satu saja kebijakan makro ekonomi syariah diterapkan, dampaknya akan luas. Bukan hanya pemulihan perekonomian tetapi juga pemerataan.&lt;br /&gt;Jika Indonesia ingin berubah maka yang perlu dirubah dulu adalah mental terjajah menjadi mental mandiri yang paling kuat adalah dengan memberikan pemahaman yang ideologis. Bagi umat Islam, pendekatan ideologis ini berarti akidah Islam dan qiyadah fikriyyah (kepemimpinan ideologis) Islam.&lt;br /&gt;Ketika Islam dijadikan asas berpikir dan tolak ukur perilaku, maka otomatis akan muncul jiwa-jiwa  yang mandiri, yang pada gilirannya akan melakukan introspeksi: masihkah ada pada dirinya anasir terjajah yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;Jika kita melihat India dan Cina telah berhasil meraih kemandiriannya. Mereka bahkan telah berhasil menguasai teknologi nuklir dan teknologi antariksa secara mandiri, tanpa utang luar negeri! Jadi, jangan ditanya apakah mereka mampu membuat industri mobil atau swasembada pangan.&lt;br /&gt;Lalu apakah kita sebagai bangsa Indonesia hanya akan berpangku tangan dan menunggu bantuan dana asing, setelah itu rakyatnya beribu-ribu antri untuk mendapatkan uang sebesar Rp 30.000,00 bahkan demi uang sebesar itu mereka rela merenggang nyawa. Tapi pemerintah di negeri ini hanya diam saja. Lebih dari berjuta-juta orang di negeri ini berada di dalam garis kemiskinan, padahal sumber daya alam kita melimpah ruah tapi yang memungut hasilnya adalah asing. Apakah pemimpin di negeri tidak malu di mata dunia, negara kecil saja seperti Singapura mampu hidup mewah, tapi kenapa bangsa yang mempunyai menteri perekonomian, menteri perdagangan, menteri keuangan, menteri ESDM, menteri sumber daya alam dan puluhan menteri lainnya hanya mampu untuk melangsungkan hidup bukan merubah kehidupan. Sepertinya pemerintahan di negeri ini hanya sebagai sebuah simbol saja tanpa ada perubahan yang dilakukannya. Adanya menteri bukan untuk mensejahterakan rakyatnya tetapi hanya sebagai pelengkap bagi sebuah berdirinya negara.&lt;br /&gt;Indonesia, dengan segala potensi ekonominya, sesungguhnya bisa mandiri, asal mau menerapkan kebijakan ekonomi syariah, bukan yang lain. Hanya dengan syariah Islamlah Indonesia akan benar-benar mandiri, tanpa itu semua Indonesia hanya akan menjadi negeri penghamba dan pengemis di mata dunia. Wallahu a’alam bi ash-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-7620920518425421316?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/7620920518425421316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=7620920518425421316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7620920518425421316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/7620920518425421316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/menjadi-indonesia-yang-lebih-baik.html' title='Menjadi Indonesia Yang Lebih Baik'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-5448790750268913767</id><published>2008-10-21T07:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T07:11:58.420-07:00</updated><title type='text'>Penjajahan Yang Tidak Pernah Berakhir</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjajahan Yang Tak Pernah Berakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Pemurah telah berkenaan memberikan sebuah Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Namun, kini sebutan itu tak berlaku lagi. Indonesia yang dulunya kaya-raya telah berubah menjadi miskin. Kemiskinan ini terjadi dimana-mana. BANK Dunia menyebut angka lebih dari 100 juta orang Indonesia miskin. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan pokokpun kita harus mengimpor dari luar negeri. Dengan iklim tropis yang sangat menguntungkan, dan yang lebih penting lagi, telah dianugerahkannya lebih dari 90% jumlah penduduk muslim. Akan tetapi, ke mana hilangnya berkah dari Dienul Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu?&lt;br /&gt;Indonesia termasuk Negara yang mengalami kesulitan perekonomian akibat program utang luar negeri arahan IMF dan BANK Dunia yang mencapai 142 miliyar dolar AS melonjak dari 53 miliyar dolar AS tahun 1997. Sebelum krisis (Mei 1997), bahkan saat rakyat menghadapi krisis ekonomi pada pertengahan 1997, Pemerintah justru mengucurkan dana yang sangat besar kepada para konglomerat. Pemerintah  melalui Dewan Moneter memutuskan agar Bank Indonesia membantu likuiditas bank-bank yang kolaps karena krisis tersebut. Dikucurkanlah dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 144,5 triliun, ditambah Rp 14,447 triliun per 29 Januari 1999, sehingga totalnya menjadi Rp 158,9 triliun. Jumlah ini luar biasa besar sehingga negara harus meminta rakyat untuk memikul masalah bank-bank itu, hingga kini rakyat Indonesia masih diselimuti kemiskinan bahkan 14,8-15 persen angka kemiskinan Indonesia dengan jumlah pengangguran 95.995 orang lebih. &lt;br /&gt;Mantan Menteri Keuangan era Orde baru Fuad Bawazier mengatakan, 40 tahun lalu pendapatan perkapita penduduk Indonesia setara dengan negara-negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, bahkan Cina. Malah Indonesia memiliki kelebihan dalam hal sumberdaya alam. Kini negara-negara yang miskin kekayaan alam itu sudah jauh meninggalkan Indonesia. “Padahal kita lebih semuanya dari mereka. Jadi, kalau mereka semua mampu dalam kondisi yang baik maka seharusnya kita pun bisa.&lt;br /&gt;Indikasi bangkrutnya negeri ini mulai terlihat dari defisit APBN 2001 yang mencapai Rp 80 trilyun dan jatuh tempo utang luar negeri sebesar 2,8 milyar dolar AS Mei 2001. Sementara itu, pemerintah benar-benar tidak punya uang dan langkah penyelamatan digelar mulai dari ekstensifikasi pajak, penjualan aset yang ditahan BPPN hingga ke pencabutan subsidi BBM yang semua itu menyebabkan rakyat bertambah sengsara.&lt;br /&gt;Akhirnya, utang pun dibayar dengan cara meminjam lagi sehingga kita terjerat utang, sedangkan aliran dana yang menuju negara kapitalis semakin besar dan negara pengutang terjerat dalam proses pemiskinan terencana dan sistematis sehingga  mereka dapat mengeruk sumber daya alam kita sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;Utang luar negeri hakikatnya adalah penjajahan Barat yang dimodernisasi yang menghisap tenaga dan sumber daya alam kita yang kaya raya. Krisis utang ini membawa keruntuhan sistem ekonomi kita, kekacauan politik, kebobrokan moral budaya masyarakat karena pemerintah ditekan dan didikte pihak luar. Pencairan utang luar negeri selalu dikaitkan dengan perkara-perkara yang tidak ada hubungannya dengan ekonomi, seperti HAM, Demokrasi, Liberalisasi, dan sejenisnya yang merusak akidah dan akhlak di Negeri ini.&lt;br /&gt;Politik ekonomi yang dijalankan Barat untuk mendominasi kita merupakan ciri sistem ekonomi kapitalis berupa penjajahan dan eksploitasi karena mereka tidak mampu bertahan hidup tanpa penjajahan ekonomi ini. Imperialisme Barat terhadap negara-negara dunia ketiga ini semakin kuat dengan dilegalisasikannya peraturan ekonomi dan perdagangan internasional yang dirancang mereka.&lt;br /&gt;Jelaslah kita kaum muslimin harus kembali ke sistem ekonomi Islam dengan menghilangkan ketergantungan terhadap uang dana luar negeri dengan cara membayar utang kita tanpa bunga karena bunga jelaslah haram hukumnya setelah itu memutuskan hubungan dengan IMF, BANK Dunia dan lembaga internasional lainnya yang menghisap negara ini, serta membuang jauh para Komprador (Mafia Berkeley)  asing di Pemerintahan ini yang telah menghisap darah kita&lt;br /&gt;Setelah itu, mengembalikan seluruh sistem kehidupan termasuk ekonomi dengan Islam dan berjuang mencabut sistem kapitalis yang dipaksakan Barat di negeri ini. Tanpa itu semua kita tidak akan pernah bangkit, sampai kapanpun bangsa ini hanya menjadi bulan-bulan bangsa asing dan entah berapa banyak lagi para TKI dan TKW yang harus menjual harga dirinya di luar negeri demi  menghidupi bangsa ini, dan entah berapa banyak lagi rakyat yang mati karena kelaparan.&lt;br /&gt;Tiada jalan kecuali melakukan perubahan itu tanpa itu semua kita tidak akan mungkin, dan ini akan menjadi PR bagi kita semua untuk bersama-sama menjadi Agent Of Change itu, demi memajukan bangsa yang telah terjajah ini.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi ash-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-5448790750268913767?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/5448790750268913767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=5448790750268913767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5448790750268913767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/5448790750268913767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/penjajahan-yang-tidak-pernah-berakhir.html' title='Penjajahan Yang Tidak Pernah Berakhir'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4019115099584527407</id><published>2008-10-21T07:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T07:10:41.368-07:00</updated><title type='text'>Penjajahan Lewat Dunia Pendidikan</title><content type='html'>Betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang sehingga banyak anak bangsa ini yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Semakin kapitalisnya dunia pendidikan sekarang seakan-akan orang yang miskin dilarang pintar.&lt;br /&gt;Di sisi lain bangku-bangku sekolah ini hanya mampu menghasilkan sarjana dan para pelajar yang tidak mempunyai taraf berpikir yang tinggi, sehingga setiap melanjutkan sekolah ke perguruan yang tinggi harus selalu ada seleksi. Seleksi ini bertujuan bukan untuk melihat standar kompetensi siswa tetapi melihat kemampuan berpikir para siswa, hal ini terjadi karena ketidak percayaan perguruan tinggi terhadap sekolah yang meluluskan siswa tersebut, hal ini pun selalu terus berlanjut sampai ke perguruan di atasnya.&lt;br /&gt;Mungkin yang menjadi titik pertanyaan kita ialah dimana tanggung jawab negara? Negara seakan-akan lepas tangan terhadap dunia pendidikan dan bahkan yang lebih parah lagi dunia pendidikan digunakan sebagai ladang untuk mencari uang, dan yang lebih eronis lagi guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik malah menjadi penghisap darah siswa dengan melakukan pungutan liar (pungli) di kalangan siswa.&lt;br /&gt;Pangkal dari semua ini adalah ideologi Kapitalis sekuler yang dengan ganas telah merusak seluruh tatanan hidup manusia, termasuk pendidikan. Sehingga menyebabkan pendidikan begitu sulit dijangkau masyarakat miskin. Pendidikan menjadi barang mahal yang hanya mampu dinikmati oleh segelintir orang. Akibatnya, generasi bangsa ini terancam kebodohan dan kemiskinan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, dalam pendidikan sekuler, agama dianggap hanya sebagai salah satu mata pelajaran, bukan dasar untuk semua ilmu yang dipelajari. Wajarlah jika generasi yang dihasilkan adalah generasi yang berkepribadian ganda dan berperilaku buruk. Gaya hidup hedonis dan permisif menjadi gaya hidup sebagian besar generasi muda kita saat ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan kegagalan pendidikan sekarang, di antaranya: Pertama, tujuan pendidikan yang tidak jelas. Seharusnya tujuan pendidikan adalah dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kepribadian Islami, menguasai pemikiran Islam dengan matang, menguasai ilmu-ilmu terapan (pengetahuan, ilmu, dan teknologi/IPTEK), dan memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna.&lt;br /&gt;Kedua, kurikulum yang sekuler. Kurikulum seharusnya mengacu pada akidah Islam yang memiliki karakteristik dalam pembentukan kepribadian Islam serta penguasaan tsaqaafah Islam dan IPTEK.&lt;br /&gt;Ketiaga, pendidikan yang kurang profesional dan kurangnya kompensasi bagi para pengajar. Seharusnya ada penyeleksian yang ketat dalam memilih guru. Untuk menunjang keprofesionalan, guru seharusnya diberikan pengayaan metodologi sekaligus jaminan kesejahteraan yang layak. Guru juga harus mempunyai keteladanan yang baik dan mempunyai akhlak yang mulia agar menjadi panutan.&lt;br /&gt;Keempat, meteri pendidikan yang disajikan hanya sebatas teori yang tidak berpengaruh kepada siswa. Padahal pendidikan seharusnya berpegang pada prinsip bahwa ilmu adalah untuk diamalkan. Materi yang diberikan juga tidak boleh bertentangan dengan akidah Islam.&lt;br /&gt;Kelima, kurangnya dana dan sarana. Biaya yang mahal mengakibatkan sebagian besar  masyarakat tidak bisa menikmati pendidikan dan sarana yang tidak lengkap mengakibatkan pendidikan menjadi terhambat. Karena itu, masyarakat harus dibebaskan dari biaya pendidikan.&lt;br /&gt;Semua hal di atas tidak mungkin akan terwujud tanpa ada peranan negara sebagai satu-satunya institusi yang bertanggung jawab dalam mencerdaskan umat.&lt;br /&gt;Jelaslah kini, pendidikan sekuler terbukti telah gagal melahirkan generasi yang berkepribadian unggul. Tiba saatnya kini, kita mulai mengalihkan pandangan pada sistem pendidikan Islam yang sudah terbukti mampu melahirkan sosok-sosok tangguh dan salih. Pendidikan dalam Islam benar-benar diorientasikan untuk melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam sekaligus menguasai tsaqafah Islam dan ilmu-ilmu kehidupan. Lebih dari itu, dalam Islam, pendidikan merupakan tanggung jawab negara sehingga seluruh warga negara berhak untuk menikmatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4019115099584527407?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4019115099584527407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4019115099584527407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4019115099584527407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4019115099584527407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/penjajahan-lewat-dunia-pendidikan.html' title='Penjajahan Lewat Dunia Pendidikan'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-6350481534753519520</id><published>2008-10-21T06:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T06:52:50.064-07:00</updated><title type='text'>artikel "Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah"</title><content type='html'>teman-teman mari bergabung bersama saya&lt;br /&gt;bersama-sama merumuskan Indonesia yang Merdeka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-6350481534753519520?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/6350481534753519520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=6350481534753519520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6350481534753519520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/6350481534753519520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/artikel-indonesia-negeri-yang-selalu_21.html' title='artikel &quot;Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah&quot;'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3426970155777003188.post-4339354790796348462</id><published>2008-10-21T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T06:50:55.139-07:00</updated><title type='text'>artikel "Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah"</title><content type='html'>Ayo teman-teman bergabung di blog saya...&lt;br /&gt;bersama-sama merumuskan kembali Indonesia yang Merdeka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3426970155777003188-4339354790796348462?l=jundullah88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah88.blogspot.com/feeds/4339354790796348462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3426970155777003188&amp;postID=4339354790796348462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4339354790796348462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3426970155777003188/posts/default/4339354790796348462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah88.blogspot.com/2008/10/artikel-indonesia-negeri-yang-selalu.html' title='artikel &quot;Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah&quot;'/><author><name>Ahmad Sarli Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06802401398212895379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
